Masuk Bursa Pendamping FU

Jendral Belum Tergoda

Jumat, 27 Desember 2019 - 11:27:36 - Dibaca: 1212 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Manuver Fachrori Umar (FU) belum mendapat respon positif dari 6 kandidat calon pendamping yang akan di gadeng maju pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020. Mereka adalah Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS, Bupati Sarolangun Cek Endra, Walikota Jambi Sy Fasha, mantan Bupati Tanjab Barat Usman Ermulan, Bupati Merangin Al Haris dan Bupati Tanjab Barat Syafrial.

          Bahkan Muchlis AS yang berada di peringkat pertama bursa pendamping FU sepertinya belum tegoda dengan posisi orang nomor dua di Provinsi Jambi. Ditemui awak media Kamis (26/12) kemarin, Jendral bintang dua ini ogah memberikan respon panjang terkait wacana Fachrori- Muchlis. "Tak usahlah soal Itu (calon wakil, red)," katanya singkat.

          Begitu juga dengan Sy Fasha, Cek Endra, Al Haris dan Syafrial yang tampaknya tak terlalu berminat dengan tawaran tersebut. Alasannya mengingat, para kepala daerah aktif ini juga mengincar BH 1 Provinsi Jambi.

Sy Fasha sendiri mengucapkan terima kasih karena namanya masuk dalam bursa calon wakil sang petahana. "Terima kasih atas kepercayaannya, telah melirik saya untuk menjadi pasangan," kata Fasha.

          Menurut, Ketua Harian DPD I Golkar Provinsi Jambi ini, dalam survei memang harus dibuat simulasi berpasangan dengan siapapun. Namun dirinya berharap Provinsi Jambi bisa mendapatkan pemimpin visioner dan mampu membuat perubahan besar kedepan.

"Dalam survey, memang harus dibuat simulasi – simulasi, termasuk berpasangan dengan siapapun kontestannya. Semoga Provinsi Jambi akan mendapatkan Pemimpin yang mampu membuat perubahan besar dan visioner," katanya.

Sedangkan CE melalui Direktur Center Adri mengaku kandidatnya hingga saat ini dirinya masih fokus untuk maju sebagai calon gubernur.  "Sampai saat ini CE fokus sebagai calon gubernur," katanya.

Namun demikian, kata pengacara kondang ini, wacana Fachrori menggandeng jagoannya bisa saja berubah. Mengingat politik masih berjalan dinamis. "Kalau saat ini tetap calon gubernur. Namun kedepan bisa saja berubah, karena politik itukan dinamis," sebutnya.

Berbeda dengan Al Haris, melalui tim pendukungnya Hasan Mabruri menegaskan jika Bupati Merangin ingin maju sebagai calon gubernur dan bukan calon wakil gubernur.

Bahkan Al Haris menganggap jika Gubernur Jambi Fachrori Umar sangat layak menjadi calon wakilnya. Hanya saja itu tidak bisa terjadi karena terbentur aturan yang melarang FU kembali maju sebagai orang nomor dua.

"Terima kasih, sayangnya pak FU sudah dua kali menjadi Wagub. Kalau aturan memungkinkan, pak FU sangat layak kita nominasikan untuk menjadi calon wakil Wo Haris," tegasnya.

Sementara itu pengamat politik, Dori Efendi mengtakan ada beberapa hal yang perlu di perhatian FU dalam menentukan siapa pendampingnya. Pertama adalah mereka yang bisa mendongrak perolehan suara pada Pilgub tahun depan.

“Misalnya, pendamping itu harus representasi milenial atau memiliki basis dukungan yang kuat di akar rumput,” sebutnya.

Jika mengingikan kandidat yang mampu menggalang milenial, ada nama Sy Fasha dan Al Haris. Hanya saja persolannya, kedua nama ini juga akan ikut ambil bagian dalam kontestasi politik.  “Sebanarnya ada Rocky Candra. Tapi politisi Gerindra itu tak lagi masuk radar,” sebutnya.

Kemudian Muchlis AS yang juga dinilai bisa menjadi representasi milenial belum menunjukkan keseriusan untuk masuk gelanggang politik. Meski namanya sempat menguat masuk bursa kandidat, Muchlis lebih memilih untuk menginjak rem.

“Lalu siapa lagi sosok lain jika ingin mengambil segmen milenial. Sebanarnya ada Ezzaty, figure baru yang cukup menyita perhatian. Tapi apakah ini memiliki peluang, tentu harus ada kajian yang dilakukan,” tukasnya. (aiz/scn)