Meneteskan Air Mata, Panglima Angkatan Darat Minta Maaf Atas Kelakuan Brutal Anak Buah

Rabu, 12 Februari 2020 - 06:25:40 - Dibaca: 556 kali

Google Plus Stumbleupon


Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Apirat Kongsompong meneteskan air mata saat konferensi pers mengenai penembakan massal oleh salah seorang anak buahnya di Nakhon Ratchasima pekan lalu. Foto: Reuters
Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Apirat Kongsompong meneteskan air mata saat konferensi pers mengenai penembakan massal oleh salah seorang anak buahnya di Nakhon Ratchasima pekan lalu. Foto: Reuters / Jambi Ekspres Online

BANGKOK - Panglima Angkatan Darat Thailand Jenderal Apirat Kongsompong menyampaikan permintaan maaf atas penembakan massal yang dilakukan salah seorang anak buahnya akhir pekan lalu. Sebanyak 29 orang tewas dan 57 luka-luka dalam tragedi berdarah di Kota Nakhon Ratchasima tersebut.
Seraya sesekali menghapus air mata, Jenderal Apirat mengatakan akan membantu memberi kompensasi kepada seluruh korban beserta keluarga mereka.

"Sebagai panglima militer, saya meminta maaf dan menyesali peristiwa ini, yang disebabkan oleh salah satu staf militer," kata Apirat dalam konferensi pers, Selasa (11/2).


"Di detik-detik pelaku menarik pelatuk dan melakukan pembunuhan, di detik itu pula dia adalah penjahat dan tidak lagi sebagai tentara," ujar dia.

Pelaku, Sersan Mayor Jakrapanth Thomma, ditembak mati oleh pasukan keamanan pada Minggu (9/2), setelah menyerbu pusat perbelanjaan Terminal 21 di Kota Nakhon Ratchasima sehari sebelumnya.

Pria berusia 32 tahun itu awalnnya menembak mati komandannya dan ibu mertua komandan terkait sengketa bisnis. Dia kemudian mengarah ke pangkalan militer untuk mencuri lebih banyak senjata beserta amunisi.


Setelah itu, pelaku bergerak ke pusat perbelanjaan Terminal 21. Di lokasi tersebut dia secara membabi buta melepaskan tembakan ke arah pengunjung dan bertahan melawan kepungan polisi selama 12 jam.

Apirat menyebutkan militer akan menyelidiki pejabat komandan yang tewas, Kolonel Anantharot Krasae (48), dan kesepakatan perumahan yang tampaknya ditengahi oleh mertua sang kolonel, Anong Mitchan (63).

Pihaknya menyebutkan kolonel tersebut mengambil keuntungan dari pelaku dalam kesepakatan lahan, di mana ada pelanggaran janji dalam masalah uang. "Saya rasa warga Thailand tak ingin insiden seperti ini terulang kembali, jadi saya minta jangan menyalahkan militer atau mencaci maki tentara," kata Apirat.
"Jika anda ingin menyalahkan seseorang, anda salahkan Jenderal Apirat Kongsompong. Saya menerima semua kritikan dan pendapat. Anda bisa menyalahkan saya sebab saya panglima mereka," katanya. (ant/dil/jpnn)

sumber: www.jpnn.com