Eco Green Segera Meluncur ke Sumatera

Jumat, 14 Februari 2020 - 13:17:51 - Dibaca: 443 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

 JAKARTA – Desakan publik yang berharap PT Pertamina Lubricants mulai memasarkan produk pelumas khusus kendaraan low cost green car (LCGC) di Sumatera segera terwujud. Ini setelah sebelumnya cukup masif dilakukan di Pulau Jawa. Hadirnya produk Fastron Eco Green secara jelas diproduksi untuk segmen tertentu, yakni mesin kendaraan LCGC dengan cc yang relatif kecil.

”Tak bisa dipungkiri, responnya begitu luar biasa. Kalau awalnya kami fokus di Jawa pada 2019, nah setelah ii kami perluas ke Sumatera pada tahun ini. Minta doanya segera terealisasi ya,” kata Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Ageng Giriyono, Kamis (13/2).

Anak perusahaan PT Pertamina (Persero) itu juga menilai, beberapa daerah di Sumatera memiliki potensi sektor otomotif yang begitu luar biasa. Contoh saja Palembang. Ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi dari daerah itu cukup tinggi. ”Dan kami sendiri sudah mengenalkan di Pekanbaru dan sekarang di Palembang, harapannya pasar bisa lebih tahu dan menerima produk Fastron Eco Green ini,” kata dia.

Ditambahkannya, perusahaan telah memproduksi sebanyak 273.070 liter Fastron Eco Green per bulan sejak produk itu diluncurkan pada September 2019. Perluasan distribusi di Sumatera diyakini mampu meningkatkan produksi dan penjualan pelumas tersebut.

Secara umum, sambung dia, produsen oli mesin kendaraan dan industri itu telah memproduksi sebanyak 650.000 kilo liter (KL) pelumas per tahun. Jadi dengan kondisi ini hanya tinggal menunggu prosesnya saja. ”Pelumas itu kami hasilkan dari tiga pabrik yang ada di Tanjung Priok, Gresik dan Cilacap,” imbuhnya.

Ageng mengklaim saat ini Pertamina Lubricants masih menjadi pemimpin dalam industri pelumas Tanah Air dengan pangsa pasar sebesar 53 persen. ”Ya tentu saja ada pula produksi kami yang sebagian diekspor, selain itu kami juga memasok pelumas untuk ATPM (agen tunggal pemegang merek) kendaraan,” kata dia.

Setelah Fastron Eco Green, Pertamina juga terus menggenjot program mandatori biodiesel 40 persen atau B40. Yang menarik program ini bakal dilaksanakan pada Maret mendatang. Ini dipertegas dengan pernyataan Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi).

“Saya kira mulai bulan depan, baru tadi saya dapat surat dari badan penelitian migas supaya mengirimkan bahan bakunya untuk diujicobakan,” kata Ketua Umum Aprobi MP Tumanggor.

Uji coba B40 akan segera dilakukan sebagaimana arahan Presiden Jokowi yang mengatakan program tersebut harus mulai berjalan pada Januari 2021 mendatang. “Ya nanti road test dulu,” ujarnya. Langkah uji coba dilakukan dua model untuk program B40.

Pertama, memasok fatty acid methyl ester (FAME) sebagai campuran membuat biodiesel langsung dengan kadar 40 persen. ”Atau CPO-nya diproses melalui destilasi (penyulingan). Kalau destilasi bagaimana, kalau FAME bagaimana, kita lihat hasilnya nanti,” katanya.

Ada pun terkait program B30 yang tahun ini resmi berjalan, Tumanggor mengatakan hingga kini tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaannya. ”Baik dari perusahaan otomotifnya, baik dari segi penyaluran dari Pertamina, demikian juga suplai dari para produsen. Semua berjalan sesuai rencana,” katanya.

Sebanyak 9,6 juta kiloliter bahan bakar dari minyak kelapa sawit tahun ini ditargetkan bisa diserap untuk program B30. Dengan jumlah tersebut, diperkirakan kebutuhan bahan bakar minyak nabati yang dibutuhkan untuk program itu mencapai sekitar 800 ribuan KL. ”Soal penambahan saya rasa angka yang ditetapkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan solar yang ada,” terangnya. (dim/fin/ful)

Sumber: www.fin.co.id