Siapa Pendamping Fasha

Senin, 24 Februari 2020 - 10:05:53 - Dibaca: 667 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jambi, Sy Fasha, masih menutup rapat nama calon wakil yang akan mendampingi dirinya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 23 September mendatang. Padahal, sebelumnya Sy Fasha berencana bakal mengumumkan siapa pendampingnya pada minggu ketiga Februari 2020 ini.

Hal ini berbeda dengan kandidat lainnya yang secara terang-terangan menyebut siapa pendamping mereka. Bahkan diantaranya sudah ada yang mulai turun bersosialisasi dan melantik tim pemenagan secara bersama-sama.

Seperti halnya dengan Fachrori Umar yang beberapa kesempatan menegaskan akan berpasangan dengan Bupati Tanjabbar Safrial. Sementara Safrial pun tak menampik wacana tersebut.

Sedangkan Al Haris kian memantapkan tekadnya untuk menggaet Abdullah Sani sebagai wakilnya. Bahkan, Keduanya pun gencar turun bersama ke tengah masyarakat untuk bersosialisasi.

Kemudian Bupati Sarolangun Cek Endra (CE) bakal berpasangan dengan Sukandar, Bupati Tebo. Sukandar pun sudah menegaskan siap untuk berduet dengan CE.

Fasha sendiri mengaku belum bisa membeberkan siapa calon pendampingnya. Dia mengatakan, jika hal ini bisa saja berubah setiap saat, karena harus melihat setiap perkembangan.

"Konstelasi politik bisa saja berubah, yang tadinya sudah komunikasi dengan kita dan  sudah kita hitung survei, tiba-tiba dia ke yang lain atau bagaimana, ini kan bisa saja terjadi," bebernya.

Yang pasti, kata Fasha, dirinya belum bisa menyebutkan nama karena akan ada konsekuensi politik yang harus di tanggung. "Jadi biarlah saya melihat dahulu dan siapa-siapa nanti yang menjadi wakilnya," jelasnya.

Namun, kata Fasha, dirinya sudah berkomunikasi dengan beberapa nama calon pendamping. "Saya akan melihat kandidat lain menemukan wakil dulu," sebutnya.

Sebelumnya, H. Rahman, Tim Center Fasha mengatakan jika penentuan Wakil untuk jagoaannya tidak lama lagi akan dilakukan . "Belum, Insya Allah dalam waktu dekat ini," katanya. 

Menurutnya, kreteria wakil sendiri sudah di kantongi. Sosok itu kemungkinan merupakan kepala daerah, bukan dari kalangan profesional. "Insya Allah Kepala Daerah (Wakil, red)," sebutnya. 

Meskipun begitu pihaknya tetap memperhatikan masukan dari koalisi partai yang nantinya menjadi pengusung. Ini penting agar semua aspirasi bisa diakamodir sebelum mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Makanya ada survei, ini merupakan representasi aspirasi masyarakat di samping masukkan  koalisi," jelasnya. 

Kemudian mendengarkan masukkan tokoh dan tim pemenangan. "Masukan internal ini juga penting. Karena mereka yang akan bergerak di akar rumput," jelasnya lagi. 

Terkait kemungkinan rival politik, tidak menjadi persoalan pihaknya. Menurutnya siapapun yang berjodoh, semuanya sudah seizin Allah. "Insya Allah yang berjodoh yang di ridhoi Allah," tukasnya. (wan)