Akreditasi Sekolah yang Muridnya Sering Tawuran Bisa Dicabut Statusnya

Selasa, 24 Maret 2020 - 21:15:19 - Dibaca: 4605 kali

Google Plus Stumbleupon


Ketua dan Sekretaris BAN-SM Provinsi Jambi foto bersama pihak SMKN 3 Kota Jambi usai pertemuan.
Ketua dan Sekretaris BAN-SM Provinsi Jambi foto bersama pihak SMKN 3 Kota Jambi usai pertemuan. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Terjadinya tawuran mengindikasikan masih adanya kekerasan di lingkungan sekolah. Padahal, bebas kekerasan adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi sekolah atau madrasah.

Hal ini tertuang dalam Permendikbud Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah dan Badan Akreditasi Nasional dan BAN PAUD dan Pendidikan Nonformal Pasa 22. Dimana Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) dapat mencabut status akreditasi, antara lain, jika terjadi peristiwa luar biasa yang menimpa sekolah sehingga status akreditasi yang melekat tidak lagi mencerminkan tingkat kelayakan.

Untuk itu maka tim BAN-SM Provinsi Jambi berkunjung ke SMKN 3 Kota Jambi pada Selasa (17/03) kemarin. Kunjungan ini dalam rangka menginformasikan aturan-aturan BAN-SM kepada sekolah/madrasah yang ada di Provinsi Jambi.

Tim ini dipimpin langsung Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Mohd. Saleh, MPd didampingi Sekretaris BAN-SM Provinsi Jambi, Abdussomad, MPd.I serta anggota BAN-SM Provinsi Jambi, Muhammad Akta, SH.I. Mereka ditemui langsung Waka Kurikulum SMKN 3, Suhudi dan Waka Kesiswaan Tajur.

Sekretaris BAN-SM Provinsi Jambi, Abdussomad, MPd.I dalam arahannya mengatakan bahwa ada 4 kasus yang menyebabkan sertifikat akreditasi suatu sekolah/madrasah yang dicabut pihak BAN-SM.

“Pertama adanya penyalahangunaan narkoba, kasus siswa tawuran, bulliying dan asusila. Bila ada kasus ini maka pihak BAN-SM berhak mencabut status akreditasinya,” ujar Abdussomad usai berkunjung ke SMKN 3 Kota Jambi kemarin.

Dikatakan Somad, aturan ini berlaku bagi semua sekolah/madrasah yang ada di Provinsi Jambi. Bila ada yang ditemukan kasus-kasus tersebut maka diminta mengatasi maslaah ini. “Kita sekarang sosialisasi dulu, kepala semua sekolah/madrasah di Provinsi Jambi,” bebernya.

Pihaknya juga diakui Somad tidak hanya akan melakukan kunjungan ke SMKN 3 Kota Jambi, tetapi kepada semua sekolah/madrasah yang ada anaknya melakukan 4 pelanggaran yang bisa menyebabkan status akreditasinya dicabut pihak BAN-SM dan akan terus disosialisasikan.

Sebelumnya Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Mohd. Saleh, MPd mengatakan bahwa perlunya siswa sekolah mendapat pendidikan karakter untuk menghindarkan terjadinya tawuran.

“Saya melihat rendahnya  pendidikan karakter menjadi penyebab pelajar sering tawuran. Pendidikan karakter ini harus diikuti dengan pengawasan dalam hal ini menjadi tanggungjawab guru dan orang tua,” ujar Saleh.

Hal ini karena banyak tayangan hiburan yang jauh dari nilai-nilai edukatif bahkan sering menyuguhkan kekerasan sehingga banyak siswa sekolah yang coba-coba untuk meniru.   

Saleh mengatakan, pembelajaran siswa saat ini baru sebatas   kompetensi dan pengetahuan saja, belum sampai pada tahap aplikasi yang menyeluruh dan bermakna.

“Apalagi ke depan dalam IASP 2020, pendidikan karakter siswa akan benar-benar dilihat dan dinilai oleh asesor. Bagaimana implementasinya di sekolah atau madrasah tersebut,” harapnya. (kta)