Akomodasi Haji di Makkah Hampir Final

Selasa, 31 Maret 2020 - 10:35:49 - Dibaca: 400 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Petugas penyiapan layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi yang terdiri dari tiga tim, yaitu akomodasi, konsumsi, dan transportasi di Makkah hampir menyelesaikan semua kebutuhan untuk para calon jamaah haji 2020.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali dalam pernyataannya menyampaikan, bahwa persiapan layanan akomodasi di Makkah sudah hampir final.

“Akomodasi Mekkah penyiapannya sudah hampir final,” ujar Endang, Senin (30/3).

Endang menambahkan, bahwa sampai saat ini sudah ada deal atau kesepakatan harga untuk 204.755 orang atau sekitar 97.75?ri total kebutuhan.

“Adapun untuk Madinah, sudah ada deal harga untuk 21.015 jemaah atau baru sekitar 34?ri target,” sambungnya.

Untuk konsumsi, lanjut Endang, tim penyedia layanan sudah menyelesaikan proses verifikasi dokumen dan verifikasi faktual atau lapangan. Selanjutnya adalah negosiasi harga dengan pendaftar yang lolos verifikasi.

“Sekarang tim sudah deal harga dengan 25 perusahaan konsumsi di Makkah. Namun, untuk penyediaan layanan konsumsi jemaah di Madinah dan Bandara, belum masuk tahap negosiasi harga,” sambungnya.

Menurut Endang, penyediaan layanan akomodasi dan konsumsi ditargetkan selesai pada minggu kedua bulan April. Adapun untuk layanan transportasi, saat ini baru menyelesaikan tahapan penilaian serta verifikasi dokumen dan lapangan.

“Prosesnya, ditargetkan selesai pada akhir April 2020,” ucapnya.

Endang menjelaskan, bahwa saat ini proses pengadaan layanan akomodasi dan konsumsi masih terfokus di Makkah. Tim di Makkah belum bisa ke Madinah seiring adanya pengetatan aturan dan pemberlakuan jam malam di Arab Saudi.

“Proses pengadaan transportasi berlangsung di Jeddah. Waktu efektif tim penyedia layanan di Saudi saat ini hanya pagi hingga jam 13.00,” terangnya.

Endang memastikan, bahwa proses pengadaan akan berhenti sampai pada tahapan berita acara kesepakatan, belum sampai proses kontrak dan pembayaran uang muka. Kontrak dan pembayaran uang muka akan dilakukan setelah sistem e-Hajj dibuka kembali.

“Belum ada pembayaran, baik untuk layanan akomodasi, konsumsi, maupun transportasi,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Nizar Ali memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1441H/2020M terus berjalan.

“Persiapan haji terus berjalan, baik di dalam negari maupun proses pengadaan layanan di Arab Saudi,” ujar Nizar.

Nizar mengatakan, pihaknya juga sudah menjalin komunikasi dengan Direktur Kantor Urusan Haji Kementerian Haji dan Umrah Saudi Husni Busthoji. Dari komunikasi itu, dipastikan bahwa proses penyediaan layanan di Saudi tetap dilanjutkan, hanya proses pembayarannya yang ditunda.

“Saudi melalui suratnya hanya minta agar pembayaran uang muka terkait kontrak layanan ibadah haji 1441 H di Arab Saudi ditunda. Sebab, mereka tengah melakukan kebijakan lockdown untuk mencegah wabah virus corona atau Covid-19,” terangnya.

Nizar juga mengatakan, bahwa saat ini tim akomodasi sudah mendapatkan kesepakatan dengan sejumlah penyedia hotel baik di Makkah maupun Madinah. Bahkan, sejumlah hotel di Madinah juga sepakat untuk sistem sewa full musim.

“Tim ini masih terus bekerja untuk memenuhi target yang dibutuhkan. Pejabat Pembuat Komitmen atau PPK Kantor Urusan Haji juga belum tanda tangan kontrak sama sekali. Jadi proses pembayaran memang belum dilakukan,” katanya..

“Demikian juga dengan layanan konsumsi dan transportasi. Semuanya masih dalam proses pengadaan, belum pada pembayaran,” imbuhnya.

Sesuai Rencana Perjalanan Haji (RPH) yang telah disusun Kemenag, jemaah Indonesia akan mulai masuk asrama haji pada 25 Juni 2020 dan berangkat ke Tanah Suci pada 26 Juni 2020. (der/fin)

 Sumber: www.fin.co.id