Corona Merebak di Anfield

Sabtu, 04 April 2020 - 07:28:52 - Dibaca: 1091 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

LIVERPOOL – Laga Liga Champions ditengarai menjadi episentrum persebaran virus corona yang begitu cepat dan masif di Inggris. Sejumlah ahli menyebut ini berasal dari pertandingan 16 Besar Liga Champions leg kedua antara Liverpool vs Atletico Madrid.

Stadion Anfield, Liverpool, 12 Maret 2020, menjadi venue leg kedua babak 16 Besar Liga Champions antara The Reds melawan Atletico. Kendati gagal lolos ke delapan besar, Itulah pertandingan yang disebut-sebut sebagai Game Zero, pertandingan yang memicu penyebaran virus corona di Liverpool, dan sekarang meluas ke Inggris sana.

Ini menjadi penemuan kedua setelah episentrum pertama ditemukan saat 2500 suporter Valencia dari Spanyol juga terbang ke Italia untuk menyaksikan langsung dan mendukung tim kesayangan mereka. Laga yang dimenangi Atalanta 4-1 ini digelar dua hari sebelum Italia mengkonfirmasi kasus positif COVID-19 pertama di negara mereka.

Dalam istilah medis, ada Patient Zero –pasien pertama yang terdokumentasi dalam sebuah epidemi penyakit di suatu populasi. Untuk pertandingan ini, media lokal menyebutnya Game Zero.Dari situ, semua jadi tidak terkendali.

Dilansir dari The Guardian, laga Liverpool vs Atletico berlanjut meskipun ada keberatan dari sejumlah politisi akibat pandemik yang lebih dahulu menyerang Spanyol. Juru bicara otoritas kesehatan Inggris, Matthew Ashton mengatakan, kerumunan orang di Anfield menjadi ledakan virus korona menjadi sangat luas.

Sebagai catatan, ada sekitar 52.267 penonton yang membanjiri Anfield waktu itu. Jumlah itu sudah termasuk suporter Atletico yang jauh-jauh terbang ke Liverpool untuk merayakan pesta-nya. Mereka saling menulari satu sama lain, juga orang-orang yang ditemui dalam perjalanan pulang, dan orang-orang di rumah serta daerah asalnya. Hal itu dibuktikannya dengan jumlah orang yang positif virus corona covid-19 di Liverpool sebanyak 309 orang setelah duel di Anfield Stadium.

“Saat hari pertandingan di Anfield Stadium, kasus virus corona covid-19 hanya 459 orang yang positif. Namun sehari setelahnya, melonjak hingga 802 kasus, kemudian 1.000 orang positif virus corona di hari selanjutnya. Bahkan, dalam tempo kurang dari sebulan meningkat hingga 30 kali lipat,” ujar Ashton.

Ashton mengakui, keputusan menggelar laga Liverpool vs Atletico Madrid adalah sebuah kesalahan. Ia berharap otoritas terkait dapat belajar dari kesalahan sehingga perkumpulan puluhan ribuan orang bisa dicegah pada masa depan ketika terjadi pandemi.

“Seharusnya laga itu tidak dihelat. Orang-orang tentu bukannya sengaja membuat keputusan buruk seperti itu, mungkin situasinya saat itu belum dianggap serius oleh pemerintah,” katanya.

Kurang dari 10 hari sejak pertandingan itu, Inggris menyatakan lockdown. Tak butuh waktu lama bagi orang-orang yang pernah kontak langsung dengannya juga terinfeksi. Begitu pula para suporter Atletico yang pulang dari Kota Liverpool.

Dilansir dari WHO, Spanyol menjadi negara Eropa kedua dengan kasus terbanyak, memiliki 102,136 kasus dan 9,053 korban meninggal akibat virus korona. Sementara itu, Inggris melaporkan 29,478 kasus dan 2,532 korban meninggal.

Direktur perawatan intensif Italia Luca Lorini juga mengatakan bentrokan Liga Champions Atalanta dengan Valencia pada Februari bekerja sebagai akselerator untuk coronavirus. Atletico, Paris Saint-Germain, RB Leipzig dan Atalanta adalah empat tim yang sudah lolos ke perempat final.

Hal senada diungkapkan Kapten Atalanta, Alejandro Gomez. Ia memberikan kesaksiannya tentang bagaimana laga di San Siro itu berdampak besar pada penyebaran virus Corona di Bergamo. “Awalnya ada banyak informasi yang simpang-siur, dan kami semua menganggapnya remeh,” kata Gomez kepada Ole, seperti dikutip Football Italia.

“Kami pikir itu cuma sejenis flu, jadi kami menyikapinya biasa. Ketika mulai banyak yang meninggal, kami mulai merasa ketakutan. Seseorang di San Siro terinfeksi. Kami semua menunggu apakah di antara kami ada yang menunjukkan gejala terinfeksi,” sambungnya.

“Saya rasa situasi di Bergamo saat ini ada kaitannya dengan pertandingan Liga Champions di San Siro. Populasi kota ini 12.000, dan sekitar 45.000 ada di stadion hari itu,” tandasnya. (fin/tgr)

Sumber: www.fin.co.id