Respons Wali Kota Padangsidimpuan Soal Perempuan PDP Corona yang Mengadu di FB Meninggal Dunia

Sabtu, 04 April 2020 - 17:31:28 - Dibaca: 590 kali

Google Plus Stumbleupon


Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution. Foto : FB Irsan Efendi Nasution.
Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution. Foto : FB Irsan Efendi Nasution. / Jambi Ekspres Online

PADANGSIDIMPUAN - Wali Kota Padangsidimpuan, Irsan Effendi Nasution akhirnya angkat bicara terkait perempuan pasien PDP corona yang sempat mengadu di media sosial Facebook sebelum meninggal dunia, Sabtu (4/4) pagi.

Pasien berinisial E dan tengah hamil itu sempat mengunggah status lewat akun pribadinya di Facebook dan menyebut pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan tempat dia dirawat sangat buruk.

Namun, Wali Kota Padangsidimpuan langsung memberikan klarifikasi terkait hal itu.

 “Bisa kami pertanggungjawabkan semua, pelayanan sudah kami lakukan yang terbaik, kami punya foto dokumentasi, punya video dan apa yang menjadi kewajiban rumah sakit,” bantah Irsan Effendi Nasution saat dihubungi, Sabtu (4/4/2020).

Dijelaskan Irsan, tenaga medis mereka ada di ruang isolasi. “Perawat 16, dokternya saya tidak tahu di dalam itu, hanya mengurusi dia, coba bayangkan. Hanya mengurusi dia sendiri kami punya tim di atas 20 orang perawat dan dokter, saya bukan mau membela rumah sakit,” ungkapnya.

Soal nasi yang dinilai tak layak yang dimakan E, Irsan menyebut itu adalah pemintaan pasien. Termasuk juga soal air yang disebut E tidak ada, Irsan mengatakan ada dispenser yang tersedia di lokasi.

Irsan mengatakan harus sampaikan terima kasih kepada timnya di dalam rumah sakit. “Saya pikir mereka sudah mempertaruhkan nyawa dan keselamatan mereka untuk membela pasien kita ini, walaupun mereka harus menerima bully seperti ini,” jelasnya.

Sebelumnya lewat akun Faceboknya, Jumat (4/4/2020), E menyebut bagaimana dirinya tidak mendapatkan pelayanan yang terbaik selama diisolasi. Sebelum live, dia juga menuliskan status ingin segera dirujuk ke Medan.

“Untuk bapak Wali Kota Padangsidimpuan tercinta, Bapak Irsan tolonglah pak, kasikan kesempatan saya dirujuk ke Medan di rumah sakit yang lebih layak lagi, daripada Rumah Sakit Uum Kota Padangsidimpuan ini. Kasian kandungan saya, fasilitas disini juga kurang memadai. Kalau saya tahankan lama-lama disini yang ada saya cepat-cepat mati konyol ????????. Saya hanya ingin yangterbaik untuk kesehatan dan kandungan saya. Sesak saya semakin parah di sini pak. Tolong perbantukan rujukan saya. Terimakasih,” tulisnya.

Kemudian dia mengunggah video bagaimana kondisi ruangan dan dia kesulitan mendapatkan pelayanan. “Dada saya sudah sesak, manggil-manggil perawat saja mau minta minum 2 jam baru datang, disuruh makan, tapi nasinya saja masih layak dibilang beras mentah, apa itu yang pantas dimakan oleh seorang pasien?,” tulisnya lagi.

Dalam videonya, E tampak tangannya dipasang selang infus, dia juga memakai alat bantu pernafasan. “Ini ruangan rumah sakit. Ruangan rumah sakit yng tidak layak dipakai. Minta minum saja, dua jam kemudian baru datang. Sesak.. Ini gimana orang mau makan. Nasinya keras. Orang sehat saja tidak bisa makan. Apalagi saya yang lagi sakit. Ini makanannya (sambil menunjukkan nasi). Ini ruangan RS Kota Padangsidimpuan. Ya Allah, sesak ya Allah. Minta minum saja dua jam baru datang. Ya Allah Tuhanku, sesak. Tolong,” ucapnya.

Unggahan itu langsung viral dan dikomentari nyaris 5 ribu warganet dan dibagikan 5.793 kali hingga Sabtu siang ini.

Sebelumnya diberitakan E meninggal saat dalam perjalanan dari Padangsidimpuan menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Sabtu (4/4/2020) pagi. (nin)

Sumber: www.jpnn.com