Juve Tak Sudi Jadi Juara

Sabtu, 04 April 2020 - 17:41:05 - Dibaca: 1671 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

TURIN – Juventus tengah dihadapkan situasi yang pelik di tengah pandemik. Setelah Serie A ditunda tanpa batas waktu akibat korona, Bianconerri sementara memuncaki klasemen Liga Italia dan hanya berjarak satu angka saja dengan runner up Lazio. Dengan 12 pertandingan tersisa, posisi skuad Nyonya Tua masih belum terlalu aman. Namun, jika Serie A dibatalkan, mau tak mau gelar juara ke sembilan kalinya diberikan kepada skuat Maurizio Sarri tersebut.

Sayangnya, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) beranggapan lain. Dalam wawancaranya bersama TMW Radio, Presiden FIGC Gabriele Garvina mengklaim Juventus tak akan sudi menerima scudetto ke sembilan kalinya secara berturut-turut tersebut. Pasalnya, Si Nyonya Tua menginginkan musim 2019-2020 tetap dilanjutkan sehingga mereka bisa meneruskan perjuangan mempertahankan gelar juaranya. “Kami masih berharap musim ini tetap dilanjutkan. Kendati terlambat sekitar 20 Mei atau awal Juni, lalu berakhir pada awal Juli,” paparnya.

Lebih dari itu, opsi kelanjutan musim ini membawa kepastian kepada para pemain yang habis kontraknya musim panas nanti. Apalagi, penundaan kompetisi bukan jalan keluar bagi pendapatan Juventus yang kian hari kian terkuras oleh beban gaji pemain. Ide pembatalan dirasa akan mendapat penolakan dari banyak klub, termasuk Juventus sendiri.

“Hingga kini, kami memberikan opsi kapan liga dimulai dan berakhir. Jika Juli menjadi opsi pertama akhir kompetisi, ada kemungkinan juga berakhir Agustus atau September. Ini kondisional. Kendati demikian, saya tidak suka jika harus mengorbankan musim lainnya untuk menuntaskan musim ini,” jelas Garvina.

Gravina menyatakan bahwa hingga saat ini mereka belum berpikiran untuk mengakhiri Liga Italia dan memberikan gelar juara kepada pemuncak klasemen sementara, Juventus.”Saya rasa membatalkan musim ini agar rumit. Ini akan terasa tidak adil, yang akan berujung tuntutan hukum nantinya karena kondisi darurat,” ujarnya.

Usulan untuk mengakhiri liga domestik di Eropa semakin santer menyusul pandemi virus korona yang tak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Kamis (2/4) lalu, Liga Belgia menjadi kompetisi elite pertama Eropa yang membatalkan sisa kompetisi dan menganugerahkan gelar juara liga kepada Club Brugge. “Memang cuma Scudetto yang perlu dibereskan dan saya yakin Juventus pun tidak suka solusi itu,” tandas Garvina.

Kondisi Juventus pun masih terlihat stabil kendati semua pemainnya masih mengurung diri di rumah masing-masing. Di tengah isolasi tersebut, Juventus memberikan perpanjangan kontrak baru kepada Blaise Matuidi. Ya, gelandang internasional Prancis tersebut tetap di Turin hingga Juni 2021.

Seperti dilansir Football Italia, Juventus ternyata telah menawarkan perpanjangan kontrak itu sejak Februari lalu. Tapi, pengumuman perpanjangan kontrak tersebut baru dikeluarkan baru-baru ini. Kontrak baru tersebut menjadi suplemen bagi Matuidi untuk sembuh dari Covid-19 yang menderanya.

“Tak ada gejala yang terlihat (virus korona) kepada saya. Saya adalah pembawa virus yang asimtomatik, sadar bahwa saya memiliki hak istimewa sebagai pemain sepak bola profesional dan karenanya mendapat manfaat dari pemantauan kesehatan yang teratur serta sangat baik,” ujar Matuidi di akun Instagram-nya beberapa waktu lalu.

Sementara isu tak sedap mendera striker Juventus, Paulo Dybala. Sama dengan Matudi, Dybala yang tengah menjalani karantina mandiri mulai santer dikabarkan bakal meninggalkan Juventus. Penampilannya yang menawan dengan mencatatkan tujuh gol dan sembilan assist dalam 24 penampilan sebelum Serie A ditunda membuatnya menjadi incaran tim elite. Manchester United diklaim sebagai salah satu klub yang ingin memboyong penyerang asal Argentina itu ke Old Trafford. Kendati demikian, polemik tersebut bisa dibantah oleh mantan kapten Juventus, Alessandro Del Piero

Seperti yang diberitakan Omnisport, Del Piero menyebut Dybala semakin matang dan tanpa malu-malu, pemilik jersey 10 Juventus itu meyakini suatu saat nanti ia akan menjadi kapten tim berjuluk I Bianconeri tersebut. “Paulo beberapa kali telah mengenakan ban kapten. Itu karena Juventus percaya padanya,” kata Del Piero

“Kami sering berbincang-bincang. Itu yang membuat saya yakin ia semakin matang, terutama setelah ia bisa bersikap pada musim panas lalu. Itu membuatnya berkembang sebagai pribadi,” tandasnya. (gie/fin/tgr)

Sumber: www.fin.co.id