Juga Sewa Hotel Bintang 3 Untuk Tenaga Medis

Lindungi Paramedis, Fasha Distribusikan 1.000 APD Buatan UMKM

Selasa, 07 April 2020 - 05:44:04 - Dibaca: 603 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Keterbatasan alokasi Alat Pelindung Diri (APD) bagi Kota Jambi, tidak melemahkan semangat Wali Kota Jambi H. Syarif Fasha untuk melahirkan inovasi dan terobosan dalam memecahkan masalah tersebut. Wali Kota Jambi dua periode itu beberapa waktu lalu memang telah menginisiasi pembuatan APD secara mandiri, dengan melibatkan pelaku UMKM binaan Dekranasda Kota Jambi.

Senin siang (6/4), bertempat di Command Center Posko Gugus Tugas (Task Force) Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Wali Kota Fasha secara simbolis menyerahkan APD hasil produksi buatan lokal, dari tangan terampil pelaku UMKM Kota Jambi, kepada petugas medis di Kota Jambi.

Total 1000 pcs dari 5000 pcs APD yang diserahkan pada tahap pertama ini, yang didistribusikan bagi petugas garda terdepan tenaga medis penanganan pasien Covid-19 di beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Jambi.

Selain APD, Wali Kota Jambi itu juga telah memesan 100 ribu masker, untuk diberikan secara gratis bagi masyarakat dan tenaga medis.

"Hari ini kami mendistribusikan APD dan masker ke rumah sakit untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Tahap pertama ini baru selesai 1000, dari total pesanan 5000 APD. APD tersebut secara bertahap akan kami distribusikan," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha saat mengenalkan APD pada awak media.

Fasha menjelaskan, pihaknya memang sengaja mempelopori untuk memproduksi sendiri APD bagi kebutuhan penanganan virus Covid-19 di Kota Jambi.

“Kita tidak bisa berdiam diri menunggu bantuan datang, sementara kita berjuang bertarung dengan waktu, ditengah keterbatasan. Keamanan petugas kami adalah prioritas utama. Mereka frontline (Garda Terdepan), sedang berjuang, kami harus jaga dan lindungi mereka," tegas Fasha.

Lebih lanjut, Fasha menjelaskan memang sengaja melibatkan pelaku UMKM di Kota Jambi dalam proses produksi APD tersebut.

"Kami memang sengaja melibatkan UMKM, asosiasi pengrajin Batik Jambi untuk terlibat dalam proses produksi. Kami mendatangkan bahan baku dari luar Kota Jambi. Selain sumber daya yang memang sudah siap dan sudah ada, kita ingin menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat ditengah pelambatan ekonomi dimasa wabah virus ini. Semoga ini bisa sedikit membantu," jelas Fasha.

APD yang dibuat oleh Pemkot Jambi ini memiliki standar yang baik, dan layak digunakan untuk para petugas kesehatan. Disamping anti air, juga bahan yang digunakan berkualitas baik.  

Selain itu, Fasha juga telah menyiapkan insentif tambahan dan akomodasi hotel bintang 3 untuk tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19.

"Juga disediakan insentif untuk tenaga kesehatan yang berada di posisi terdepan atau yang menangani pasien, baik PDP maupun positif," terang Fasha.

Sementara untuk rumah singgah, Fasha mengatakan telah mempersiapkan untuk menyewa hotel bintang 3 bagi tenaga medis dengan jumlah puluhan kamar.

"Kami saat ini telah menyiapkan rumah singgah yaitu menyewa hotel bintang 3 untuk tenaga medis, nantinya yang habis menangani pasien PDP atau pasien positif itu harus dikarantina selama 14 hari. Nah, untuk itu kami sudah telah siapkan tempatnya yakni hotel bintang 3 di kota Jambi, dan hotelnya tidak bisa saya sebutkan. Tetapi sudah kami siapkan 50 kamar untuk petugas kami apabila selesai menangani pasien-pasien tersebut," sebut Fasha.

Tidak hanya itu, Wali Kota Syarif Fasha juga memberikan kabar gembira bagi masyarakat pelanggan PDAM, dengan mengeluarkan kebijakan pembebasan tagihan air minum PDAM selama 2 bulan, yaitu bulan April dan Mei, dengan ketentuan bagi golongan kategori pelanggan sosial dan Rumah Tangga 1 dan pemakaian maksimal 20 Meter kubik atau setara Rp. 80.000.

Atas kebijakan itu, menurut Fasha, Perumda Tirta Mayang akan kehilangan pendapatan sebesar 4,3 Milyar Rupiah.

"PDAM akan kehilangan potensi pendapatan sebesar 4,3 Milyar, untuk memenuhi kebijakan ini," ujarnya.

Selain itu, untuk membantu masyarakat terutama pekerja sektor informal, seperti pengemudi ojek online, ojek pangkalan, supir angkot, supir angkutan umum, petugas kebersihan, juru parkir yang sehari-hari bergantung mengandalkan upah harian, Fasha juga telah menyiapkan paket kebijakan berupa bantuan 1.500 nasi bungkus yang akan dibagikan setiap hari di tiga titik lokasi, yaitu WTC, Lippo Mall dan Tugu Keris Siginjai.

"Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa kerangka kebijakan lainnya yang telah disiapkan untuk menghadapi wabah Covid-19 di Kota Jambi. Setiap hari, kita siapkan 1.500 nasi bungkus untuk dibagikan kepada saudara kita, pekerja informal yang memang mengandalkan upah untuk memenuhi kebuthan sehari-hari. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk membantu meringankan mereka mencari nafkah disaat wabah Covid-19 ini. Untuk mekanisme pembagian telah kami atur sedemikian rupa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keamanan saat berada diluar ruang. Seperti jarak aman jalur antrian dan penyediaan tempat cuci tangan," ungkap Fasha.

Untuk urusan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Fasha juga telah menyiapkan skema transaksi jual beli dipasar tradisional dengan sistim online. Dengan mekanisme tersebut, pedagang pasar tradisional yang dikelola Pemkot, didorong untuk melayani pembeli secara online. Masyarakat dapat berbelanja dari rumah. Untuk pengantaran, masyarakat dan pedagang dapat memanfaatkan ojek pangkalan dan ojek berbasis aplikasi.

"Dengan adanya mekanisme belanja ini, walaupun ditengah wabah, beberapa sektor ekonomi dapat terus bergerak. Kami juga telah mendorong beberapa ritel besar untuk melayani sistem belanja secara online, juga mendorong anak muda start-up untuk membangun aplikasi belanja online. Saat ini sudah ada 1 aplikasi belanja online buatan anak Jambi yang bernama 'Sangkek'," jelas Fasha.

Wali Kota Fasha kembali mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap peningkatan jumlah ODP dan PDP di Kota Jambi, serta mengajak masyarakat untuk terus mendisiplinkan diri menjalankan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.

"Untuk masyarakat jangan panik namun tetap harus waspada terhadap peningkatan jumlah ODP dan PDP di Provinsi dan Kota Jambi. Jadilah pahlawan masa kini, menyelamatkan orang lain dengan tetap disiplin berdiam diri dirumah dan membatasi diri beraktivitas diluar jika tidak penting. Jika pun keluar rumah, terapkah physical distancing, pakai masker dan sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Taati ketentuan jam malam yang berlaku di Kota Jambi, untuk keselamatan kita bersama. Jangan lupa untuk tingkatkan ibadah dan berdoa dirumah masing-masing untuk keselamatan kita bersama," pungkas Fasha. (hfz)