AS Memasuki Minggu Tersulit

Selasa, 07 April 2020 - 07:11:48 - Dibaca: 778 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mulai hari ini, Senin (6/4) memasuki salah satu minggu paling kritis dalam menghadapi wabah virus corona (Covid-19).

Kendati demikian, jumlah korban jiwa di New York, Michigan, dan Louisiana bisa menjadi pertanda kesulitan yang akan dialami negara-negara bagian lain di AS.

Namun, gubernur dari delapan negara bagian menolak mengeluarkan perintah tinggal di rumah yang bertujuan memperlambat penyebaran penyakit pernapasan akibat Covid-19.

Pasalnya, beberapa gereja tetap mengadakan kebaktian Minggu sebelum Paskah, menentang pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah di masing-masing negara bagian mereka.

New York saat ini menjadi negara bagian yang paling terdampak wabah corona di AS. Sumber resmi melaporkan pada Minggu (5/4) waktu setempat, untuk pertama kalinya dalam sepekan terakhir, angka kematian akibat Covid-19 di New York telah sedikit menurun dibandingkan dengan sehari sebelumnya, meski masih ada pertambahan hampir 600 kasus kematian dan lebih dari 7.300 kasus infeksi baru di daerah itu.

Menurut foto yang diberikan kepada Reuters, jasad para korban Covid-19 di New York ditumpuk dalam kantong mayat berwarna jingga terang di dalam kamar jenazah darurat di luar Pusat Medis Wyckoff Heights di Brooklyn.

Gubernur New York, Andrew Cuomo pada Minggu kemarin mengatakan, jumlah pasien rawat inap baru terkait Covid-19 telah turun 50 persen selama 24 jam terakhir.

Namun, dia memperingatkan, belum jelas apakah angka tersebut telah mencapai titik antiklimaks krisis di negara bagian itu, yang memiliki total 4.159 kematian dan lebih dari 122.000 kasus saat ini.

“Virus corona ini benar-benar ganas, pembunuh yang efektif,” ujar Cuomo.

Dia mengatakan, pengujian cepat secara massal atau rapid test sangat penting untuk membantu negara kembali ke keadaan normal.

Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan warga Amerika untuk bersiap menghadapi potensi kematian lebih besar dalam beberapa hari mendatang karena wabah virus corona. Sampai kemarin, jumlah kematian akibat pandemi global itu melonjak menjadi lebih dari 64.000 kasus.

Trump menuturkan, Amerika Serikat akan memasuki masa yang dia sebut “sangat menghebohkan”. “(Minggu depan) mungkin menjadi minggu yang paling sulit. Akan ada banyak kematian,” katanya di Gedung Putih, dikutip AFP.

Deborah Birx, seorang anggota gugus tugas Virus Corona COVID-19 kepresidenan, mengatakan situasi di Italia dan Spanyol, di mana infeksi dan kematian telah turun dalam beberapa hari terakhir, dapat memberi kita harapan tentang apa masa depan kita nantinya.

“Kami berharap minggu depan bahwa kami akan melihat stabilisasi kasus di daerah metropolitan ini di mana wabah dimulai beberapa minggu lalu,” kata Dr Birx pada konferensi pers yang sama.

Optimisme dari Dr Birx dan Trump kontras dengan para ahli terkemuka AS lainnya, termasuk penasihat utama Dr Anthony Fauci, yang sebelumnya mengatakan pandangan jangka pendek sangat buruk.

Sementara itu, ahli bedah umum AS memperingatkan bahwa ini akan menjadi minggu paling sulit dan paling menyedihkan dalam kehidupan kebanyakan orang Amerika.

“Ini akan menjadi momen Pearl Harbor kami, momen 9/11 kami,” kata Jenderal Surgeon Jerome Adams kepada Fox News.

Penduduk terinfeksi Covid-19 yang dikonfirmasi di AS pada Sabtu (4/4/2020) atau Minggu (5/4/2020) WIB telah melampaui 300.000 kasus. Kendati demikian, Eropa masih menanggung dampak terberat akibat pandemi itu. (der/afp/fin)

sumber: www.jpnn.com