Rombak APBD 2020, Pemkab Merangin Siapkan Rp 30 M Tangani Corona

Selasa, 07 April 2020 - 10:56:25 - Dibaca: 530 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

MERANGIN-  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin mengambil kebijakan besar dan serius menanggulangi pandemi Covid-19 atau virus corona di bumi tali undang tambang teliti.
Bupati Merangin, Al Haris mengatakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Merangin 2020 dirombak total untuk menanggulangi virus corona.
Al Haris menjelaskan Rp 30 Miliar disiapkan Pemkab Merangin yang anggarannya diambil dari belanja-belanja tidak prinsip.
"APBD hari ini sudah langsung kita rombak total dan kita siapkan dana untuk pencegahan Covid-19 di Merangin. Kita siapkan dana Rp 30 Miliar, kita ambil dari belanja-belanja tidak prinsip dan lebih baik kita prinsip menolong manusia," kata Al Haris usai Paripurna penyampaian LKPJ di gedung DPRD Merangin, Senin (6/4).
Anggaran tersebut dikatakan Al Haris difokuskan mulai pencegahan, penambahan alat perlengkapan, isentif petugas dilapangan dan dana sosial.
"Kita fokuskan dari mulai dana pencegahannya, menambah alat-alat perlengkapannya, perlengkapan APD kita masih kurang disemua Puskesmas, termasuk juga isentif petugas dilapangan kita pikirkan nasib mereka," jelasnya.
"Ternasuk kita prediksi misalnya bencana ini hingga 4 bulan kedepan, atau nanti ada pasien yang positif bayangkan APD baju itu perdelapan jam harus diganti, kalau tim dokternya 15, artinya 15 baju itu diganti perdelapan jam itu gambarannya kita menghitung itu, jika nanti ada yang positif peralatannya seperti apa, APDnya peralatannya itu kita itung semua, kita prediksi empat bulan kedepan, karena kita tidak tau seperti apa," lanjut Al Haris lagi.
"Maka dana itu kita kumpulkan, kemudian juga dana untuk sosial masyarakat, kita tau virus Corona banyak membawa dampak terhadap ekonomi masyarakat kita, ada perusahaan yang tutup mereka kerja disana,  ado toko yang tidak bisa berjualan, ojek juga orang ngeri diluar, berapa banyak hari ini masyarakat yang merasakan bahwa karena virus ini menganggu mereka secara ekonomi," terang Al Haris.
Oleh sebab itu, dituturkan Al Haris pemerintah tidak boleh diam dan harus mengambil langkah cepat atau langkah kongrit untuk menangani ini semuam
"Pemerintah tidak boleh tinggal diam, apa lagi presiden sudah menetapkan Indonesia PSBB (Pembatasn sosial berskala besar),  kami di daerah Bupati/Wali Kota harus cepat mengambil langkah kongrit untuk menangani ini semua, dari mulai pencegahan, membuat posko dan sebagainya," tuturnya.
"Kemudian alat APD kita lengkapi dan juga bagaimana pangan masyarakat kita tidak boleh kurang hari ini. Intinya semua belanja kita kurangi, kita fokuskan kemanusian," sebut Al Haris lagi.(hms)