Ancaman Lain di Tengah Wabah COVID-19, DBD Tewaskan 254 Jiwa

Selasa, 07 April 2020 - 13:03:50 - Dibaca: 333 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Sedikitnya 254 jiwa meninggal meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini menjadi ancaman serius di tengah pandemi COVID-19.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor Kementerian Kesehatan Nadia Siti Tarmidzi mengatakan berdasarkan data yang dimiliki hingga Sabtu (4/4) sedikitnya 254 jiwa meninggal dunia akibat DBD. Wilayah Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang harus waspada DBD karena memiliki kasus tertinggi. (Data penyebaran lihat grafis)

“Masyarakat harus waspada terhadap penyakit DBD. Jangan sampai terlambat dalam penanganannya,” katanya dalam keterangannya, Senin Senin (6/4).

Dia meminta masyarakat tidak ragu datang ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau puskesmas jika mengalami gejala DBD agar segera mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA: Ciko Ditangkap Polisi setelah Sukses Jual 31 Kilogram Sabu di Wilayah Tangerang

“Perhatikan gejala DBD, bila ada gejala demam tinggi tiga hari tanpa sesak atau batuk, atau suara serak. Perhatikan adakah bintik-bintik merah atau gusi berdarah, atau mimisan sebagai tanda awal DBD,” katanya.

Meskipun saat ini tengah terjadi wabah COVID-19, Nadia mengatakan orang yang memiliki gejala DBD harus segera mengunjungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan dengan segera. Nadia menjelaskan bahwa penyakit DBD juga merupakan penyakit infeksi seperti COVID-19 sehingga bisa dilakukan pencegahan dengan menjaga imunitas atau sistem kekebalan tubuh.

Dia juga meminta agar fasilitas kesehatan pun harus siap menerima pasien penyakit DBD meskipun saat ini banyak menangani pasien COVID-19.

Selain itu, Nadia meminta masyarakat agar melakukan pemberantasan sarang nyamuk di rumah. Terlebih saat ini keseharian warga berada di rumah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Untuk kantor dan sekolah, karena gedung ini lama tidak ada aktivitas pastikan untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk di sekolah dan kantor oleh petugas kebersihan dengan menerapkan jaga jarak dan menggunakan masker,” jelas dia.

Dia juga menyarankan agar warga bisa memberantas jentik nyamuk dengan menaburkan obat disinfektan.

BACA JUGA: Raker Komisi XI Bahas Kondisi Ekonomi Ditengah Wabah Covid-19

Sebelumnya Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang juga juru bicara penanganan COVID-19,

Achmad Yurianto mengatakan saat ini kerap terjadi peningkatan kasus DBD.

“Periode waktu sekarang ini yang memasuki musim pancaroba atau masa pergantian musim dari musim penghujan ke kemarau kerap terjadi peningkatan kasus DBD,” katanya.

Dia juga meminta kepadamasyarakat untuk mewaspadai ancaman penyakit DBD ini dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Dia mengkhawatirkan meningkatnya kasus DBD bisa menambah angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19.

“Pada bulan ini kita masuk pancaroba, di mana gambaran klasiknya adalah munculnya penyakit demam berdarah. Oleh karena itu bersama keluarga di rumah mari lakukan pemberantasan sarang nyamuk, dengan munculnya demam berdarah akan memperburuk angka kesakitan dan kematian yang terjadi manakala bercampur dengan COVID-19,” katanya.(gw/fin)

sumber: www.fin.co.id

Infografis DBD

Total 39.876 kasus

(Januari hingga 4 April 2020)

Sebaran Kasus

Jawa Barat, 5.894 kasus (Zona Merah)

Nusa Tanggara Timur (NTT), 4.493 kasus (Zona Merah)

Lampung 3.682, kasus (Zona Kuning)

Jawa Timur, 3.045 kasus (Zona Kuning)

Bali, 2.173 kasus (Zona Kuning)

Angka Kematian

NTT total 48 jiwa

Jawa Barat 30 jiwa

Jawa Timur 24 jiwa

Jawa Tengah 16 jiwa

Lampung 16 jiwa