SMA/SMK, Persentase Capai 99 Persen, Kelulusan Gunakan Ujian Sekolah

291 Siswa Tak Lulus

Jumat, 08 Mei 2020 - 15:43:39 - Dibaca: 936 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Angka kelulusan SMA/SMK Provinsi Jambi menyentuh 99 persen. Walaupun begitu ada yang tidak lulus pendidikan menengah ini, setidaknya ada 291 siswa yang tak lulus.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jambi menguraikan untuk SMA ada 24.305 siswa yang lulus dari total peserta kelas VII sebanyak 24.494 siswa. "Yang lulus ada 99,2 persen, atau yang tak lulus sebanyak 189 orang di SMA," sampainya saat dihubungi Jambi Ekspres (7/5).

Kemudian untuk, SMK angka kelulusan lebih tinggi yakni 99,3 persen. "Di SMK dari 15.622 yang lulus sebanyak 15.520 atau hanya sebanyak 102 siswa kejuruan yang tidak lulus," tambah Syahran.

Yang paling banyak dinyatakan tak lulus untuk SMA terdapat pada Kabupaten Batanghari dengan 45 orang. Lalu untuk SMK yang paling banyak tak lulus ada di  Kota Jambi dengan 22 orang.

Untuk siswa yang dinyatakan tak lulus, kata Syahran belum disampaikan penyebab resminya dari sekolah. Tetapi dari info yang didapat pihaknya siswa yang tak lulus merupakan siswa yang audah keluar dari sekolah (Drop Out). "Alasan resmi belum ada tapi infonya memang siswa hang tak lulus sudah tak ada (DO)," terangnya.

Secara keseluruhan, untuk angka kelulusan tahun ini diakui Syahran sudah cukup tinggi persentasenya. "Kita belum merinci tapi dalam rapat terakhir disebutkan kelulusan tahun ini cukup baik dibandingkan tahun lalu," paparnya.

Tahapan selanjutnya, kata syahran adalah penyerahan ijazah kelulusan.  Ditanya apakah ada skenario ijazah online, dia menyebut kecil kemungkinan.

"Yang ada nanti pengaturan jarak saat pengambilan ijazah sesuai protokol Kesehatan pencegahanan Covid19, tapi kalau untuk ijazah online tampaknya belum karena akan sulit nantinya,"ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Bidang Pembinaan SMA, Misrin Adi bahwasanya  untuk indikator kelulusan tahun ini di SMA memang tak menghitung nilai Ujian Nasional karena tidak dilakukan."Yang dinilai kelulusan itu nilai semester 1 sampai semester 5, dikomulatifkan ditambah dengan nilai lain seperti ujian sekolah (ujian akhir)  yang dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor serta prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen jarak jauh lainnya,"jelasnya.

Untuk proses setelah pengumuman kelulusan ini, tahap selanjutnya adalah pembagian ijazah. Diterangkan Misrin untuk persiapan kni pihaknya sedang menunggu laporan kelulusan keseluruhan untuk mengajukan blangko ijazah sesuai angka kelulusan.

Sedangkan untuk kejadian pasca pengumuman kelulusan Misrin menyebut secara umum tertib dan tak terjadi konvoi kendaraan.

"Karena sebelumnya juga sudah ada edaran dari Disdik Provinsi Jambi, yang terlihata ada sedikit konvoi pelajar ada di Kota Jambi malam tadi, cuma tak berlangsung lama karena terkendali oleh Sekolah dan MKKS," ujarnya.

Selebihnya ada juga ketentuan pengolahan nialai ntuk siswa SMK khusus untuk mata pelajaran kompetensi kejuruan nilai ujian sekolah menggunakan nilai kompetensi praktik siswa dari semester 1-5 atau menggunakan penilaian dari praktik industry, atau menggunkan nilai dari uji sertifikasi keahlian siswa. Dalam hal Uji kompetensi keahlian (UKK) belum/tidak dapat dilaksanakan karena keadaan darurat maka ujian sekolah mata pelajaran kompetensi kejuruan dapat dilaksanakan dengan metode lainnya.

Untuk pengumaman kelulusan SMA/SMK di Provinsi Jambi sendiri dilakukan pada 2 Mei pukul 22.00 WIB melalui website sekolah. Namun data kelulusan belum sepenuhnya berada di Disdik Provinsi pada beberapa hari lalu karena sedang dilakukan perekapan data. Terpisah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatur metode kelulusan siswa di tengah pandemi virus corona (covid-19). Kelulusan siswa saat ini diganti dari Ujian Nasional (UN) menjadi Ujian Sekolah.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha menjelaskan ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

"Karena ada wabah Corona ini, maka kelulusan siswa berpedoman pada SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha.

Fasha menambahkan, Kemdikbud diketahui membatalkan gelaran UN 2020 imbas Covid-19. Untuk itu, UN tak lagi menjadi syarat kelulusan bagi siswa.

Sebagai gantinya, nilai kelulusan ditentukan pada hasil ujian sekolah. Hasil ujian sekolah ini mengacu pada nilai rapor, hasil penugasan, hingga tes jarak jauh yang diterapkan selama pandemi covid-19.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mukhlis menambahkan ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. Hal itu seperti dikutip dalam SE Mendikbud.

Dalam SE itu juga dijelaskan bahwa bagi sekolah yang belum sempat melaksanakan ujian sekolah di tengah penerbitan SE tersebut, dapat menggunakan nilai rapor. Kelulusan siswa SD dan SMP didasarkan pada nilai lima semester terakhir dan tambahan nilai semester genap.

"Untuk kenaikan kelas, ditentukan berdasarkan ujian akhir semester dalam bentuk portofolio nilai rapor, penugasan, maupun tes jarak jauh," katanya.

Untuk diketahui, pengumuman kelulusan bagi siswa SD sederajat pada 15 Juni 2020 dan siswa SMP sederajat pada 5 Juni 2020.

Pemerintah sebelumnya telah resmi meniadakan UN 2020 menyusul pandemi covid-19. Peniadaan UN ini dinilai sebagai bentuk penerapan physical distancing untuk menekan laju penyebaran virus tersebut.

Meski demikian, Mukhis memastikan bahwa peniadaan UN 2020 tak akan berdampak pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sebab, proses penerimaan siswa baru akan tetap menggunakan sistem zonasi seperti pada 2019. (aba/hfz)