Banjir di Tengah Pandemi , Beberapa Daerah di Provinsi Jambi Mulai Tergenang

Sabtu, 09 Mei 2020 - 10:29:59 - Dibaca: 960 kali

Google Plus Stumbleupon


M RIDWAN/JE
TERGENANG: Akibat tingginya curah hujan di Kota Jambi dan Provinsi Jambi sepanjang Kamis hingga Jumat kemarin (7-8/5), sejumlah kabupaten, termasuk Kota Jambi, mulai tergenang air. (Insert) Walikota Jambi Sy Fasha bersama Forkopimda meninjau banjir di Kota Jambi
M RIDWAN/JE TERGENANG: Akibat tingginya curah hujan di Kota Jambi dan Provinsi Jambi sepanjang Kamis hingga Jumat kemarin (7-8/5), sejumlah kabupaten, termasuk Kota Jambi, mulai tergenang air. (Insert) Walikota Jambi Sy Fasha bersama Forkopimda meninjau banjir di Kota Jambi / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi sejak Jumat dini hari (8/5) hingga menjelang siang, membuat sejumlah wilayah dalam  Kota Jambi terendam banjir.

Seperti di kawasan Kelurahan Danau Sipin, Legok.

Beberapa pengendara sepeda motor tampak kesulitan melintas karena tingginya genangan air yang mengenai badan jalan.

Jauhari, warga RT 26 Kelurahan Legok Kecamatan Danau Sipin, mengatakan, banjir mulai naik sejak tiga hari lalu, namun pada Jumat (8/5) kondisi air terus bertambah dalam.

‘‘Sebelumnya tidak setinggi ini bang, pas hujan tadi malam, sebesar ini banjirnya,’‘ katanya.

‘‘Ini masih mending, yang di dalamnya ada yang hampir setinggi pinggang,’‘ akunya.

Lurah Legok Zulkarnain sediri mengaku jika hampir semua RT yang ada sudah terendam banjir, dari 40 Rt yang ada hanya tinggal 4 Rt saja yang belum digenagi banjir.

          ‘‘Yang belum digenangi banjir itu posisi wilayahnya masih cukup tinggi, namum beda dengan di Kawasan RT 23 yang pingiran Sungai Batanghari, kondisi di sana yang paling parah, ketinggian air sudah mencapai 2 meter, beruntung rumah-rumah di sana, rumah panggung jadi tidak sampai masuk ke dalam,’‘ katanya.

          Zulkarnain manambahkan, genanagan banjir yang terjadi saat ini belum seberapa. Pasalnya ini baru awal masuk musim penghujan, dari tahun ke tahun seluruh RT yang ada bakal terndam banjir.

          ‘‘Ini kan baru masuk minggu pertama, ini masih bisa sepeda motor yang lewat, kalau sudah puncak, baik motor, mobil tidak bisa lewat lagi,’‘ tambahnya.

          Menurut laporan yang dia terima, ada 4.000 jiwa yang terdampak banjir, dari totol 4.400 jiwa yang ada, namum semua warga belum ada yang mengungsi ke rumah kerabat atau sanak saudara, kerena masih di nilai dalam kewajaran.

          ‘‘Sekarang kita masih mendata anak balita dan lansia, agar pada puncaknya nanti, balita dan lansia bisa langsung di evakuasi sesegara mungkin,’‘ ujarnya.

          Lurah Legok itu memprediksi bencana tahunan ini akan berlangsung selama satu bulan ke depan, dengan syarat tidak ada hujan lebat di kawasan sungai Batang Tebo, jika terjadi hujan  di wilayah tersebut maka banjir yang menggenagi Kelurahan Legok akan berlangsung lama.

          ‘‘Dihitung paling cepat saja sedah lewati lebaran, mau tidak mau lebaran tahun ini kita bakal lebaran di atas air, ini saja puasa sudah ada di pertengahan,’‘ ucapnya.

Zulkarnain juga cukup kebingungan dalam menangani banjir pada tahun ini, pasalnya sedang ada pandemi covid 19 dimana warga harus jaga jarak sesuai protokol kesehatan yang ada.

          ‘‘Ini yang buat sedikit rumit, biasanya kalau banjir sudah besar, ya gotong royong saling bantu amankan barang-barang yang bisa diselamatkan, kalau sekarang ini sedikit susah, mau dilarang tidak mungkin namanya dalam kondisi susah, tapi kedepannya lihat nanti saja, semoga banjir kali ini tidak parah la, agar kita bisa tetap jaga jarak,’‘ tegasnya.

Tidak hanya di Kelurahan Legok, pantauan koran ini, di ruas jalan di Jl. Kapten Pattimura, Kelurahan Kenali Besar,  RT 43, Simpang Rimbo, yang hingga siang hari masih digenangi air. Pengendara yang melintas pun terpaksa memperlambat laju kendaraannya.

Salah satu warga setempat, Soni menyebutkan, ruas jalan tersebut memang selalu tergenang jika terjadinya hujan deras karena akibat saluran air atau dreinase meluap dan ditambah lagi dengan jalan tersebut berada di dataran rendah.

‘‘Karena ruas jalan ini rendah, makanya air mengalir ke sini,’‘ katanya kepada harian ini kemaren.

Akibatnya, pengendara yang melintas pun harus berhati hati melewati genangan air agar tidak jatuh mengingat ada sejumlah lubang di sekitara ruas jalan tersebut.

‘‘Kalau pas hujan deras semalam, ketinggian airnya sampai lutut. Sekarang sudah mulai berangsur surut,’‘ tukasnya.

Di tempat lain, banjir juga menggenangi sejumlah rumah di lorong Riska Tani, Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura. Kawasan tersebut merupakan langganan banjir ketika hujan deras mengguyur.

Hal ini karena, drainase yang berada dikawasan itu saat ini sudah semakin dangkal. Akibatnya, luapan air dari dari drainase selalu terjadi ketika hujan deras.

Sulaiman, warga setempat menyebutkan, dirinya selalu khawatir jika terjadinya hujan deras mengingat rumahnya yang tidak jauh dari aliran drainase tersebut.

‘‘Hujan lebat sebentar saja pasti banjir, tidak hanya menggenangi jalan, airnya pun selalu mengalir hingga ke rumah,’‘ ungkapnya.

Selain drainase yang sudah sangat dangkal, lokasi perumahan tersebut pun berada di kawasan yang rendah. Hal ini menyebabkan air selalu mengalir cepat ke kawasan itu.

‘‘Kita selalu disibukkan dengan banjir kalau ada hujan deras, makanya kami dak bisa duduk santai kalau sudah hujan deras,’‘ tuturnya.

Dia mengatakan, tak sedikit rumah warga yang bernasib sama dengan dirinya ketika hujan deras. ‘‘Ada puluhan rumah yang terdampak kalau sudah hujan deras,’‘ ungkapnya.

Hanya saja, kata dia, memang kondisi genangan air di kawasan perumahannya itu tidak berlangsung lama ketika hujan sudah reda.

‘‘Kalau lah berhenti hujan, genangan air kembali mengalir di drainase. Tapi ya capek kalau begini terus setiap ada hujan,’‘ tukasnya.

Terpisah, Walikota Jambi Syarif Fasha di dampingi oleh Kapolresta, Dandim ,serta Kepala OPD terkait melakukan pengecekan terhadap daerah rawan banjir di kota Jambi, Jumat (8/5).

Hal ini sebagai upaya antisipasi dampak yang terjadi akibat banjir tersebut. Dalam tinjauannya ke beberapa lokasi, Fasha mengatakan bahwa hari ini dilaporkan level ketinggian sungai Batanghari 14,60 meter.

“Keadaan air masih fluktuatif, tapi kemungkinan beberapa hari kedepan masih terus naik, sekarang levelnya siaga II,” ujarnya.

Fasha menuturkan pada saat ketinggian air mencapai 14,80 meter, maka sudah masuk siaga I, dan pihaknya akan melakukan apel kesiap-siagaan. Tujuan adalah untuk memberikan perhatian kepada seluruh masyarakat, terutama di daerah -daerah titik banjir, baik banjir di daerah aliran sungai maupun di perumahan-perumahan akibat kenaikan level air batanghari.

Ditambahkan Fasha, berdasarkan hasil tinjauannya hari ini, ada 6 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir. Ada juga yang sudah mengungsi di tenda darurat yang disiapkan oleh pemerintah Kota Jambi. Ia memprediksi bahwa jumlah warga yang akan terdampak banjirakan bertambah. Hal ini seiring dengan bertambahnya debit sungai Batanghari.

“Di Buluran Kenali warga sudah kami evakuasi di tenda, untuk di Sijenjang masih menempati rumah masing-masing. Prediksi kami air akan naik setinggi 50 Cm lagi dalam beberapa hari ke depan,” katanya.

Fasha mengatakan, pihaknya juga sudah memerintahkan jajarannya, seperti dinas kesehatan untuk mempersiapkan petugas medis, dan mengecek langsung warga yang saat ini mengungsi. Fasha berharap agar warga yang tinggal ditenda pengungsian tidak mengalami sakit, misalnya sakit kulit, diare dan lainnya. Selain itu juga pihak kecamatan agar daerah yang terjadi banjir saat ini dilakukan fogging. Sebab rawan terhadap perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah (DBD).

“Untuk Dinas Pemadam dan Penyelamatan serta Dinas Sosial, agar terus dipantau ketinggian air. Serta distribusi bantuan agar cepat disalurkan. PDAM juga agar menempatkan tangki-tangki di tenda darurat, serta kami perintahkan juga agar dipasang lampu,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam dan Penyelamatan Kota Jambi, Feriadi mengatakan bahwa berdasarkan laporan, di Kota Jambi ada 14 rumah yang sudah terendam. Rinciannya di Kecamatan Jambi Timur ada 9 rumah yang tergenang banjir, Kecamatan Telanaipura ada 3 rumah, dan Kecamatan Pasar ada 2 rumah. 

“Kami akan dirikan tiga posko, yaitu di Jambi Timur, Telanaipura dan Danau Sipin. Bantuan akan segera kami distribusikan berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” katanya.

Feriadi menambahkan, agar warga yang tinggal di Sebrang Kota Jambi untuk terus waspada, jika ketinggian air terus mengalami kenaikan. Sebab, secara histori, daerah tersebut merupakan daerah rawan banjir. “Tapi sejauh ini belum ada rumah yang tergenang disana,” katanya.

Sementara itu, Basarnas Provinsi Jambi telah menetapkan status siaga I banjir pada Selasa (5/5) lalu, namun saat ini Basarnas masih melakukan pemantauan debit air Sungai Bantanghari.

          Kepala Basarnas Jambi Al Hussain saat dikonfirmasi mengatakan, jika Basarnas sudah siap dari jauh-jauh hari untuk menghadapi banjir di Kota Jambi, setidaknya dia telah mengerahkan tim patroli setiap harinya untuk antisipasi sejak dini melakukan patroli di daerah rawan banjir di Kabupaten Batanghari dan beberapa titik kawasan di kota Jambi.

Untuk tim 1, melakukan pemantauan dan siaga di wilayah Kabupaten Batanghari. Tim 2 melakukan pemantauan dan siaga di wilayah Simpang Rimbo dan Muaro Jambi dan untuk tim 3 melakukan pemantauan dan siaga di wilayah jembatan Aur Duri 1 sampai Aur Duri 2.

‘‘Sejauh ini belum ada satupun kejadin yang termonitor, masih aman terkendali,’’ katanya.

Di samping itu, Al hussain meminta kepada masyarakat untuk ikut membantu tugas Basarnas dalam melakukan pemantauan, kerana informasi dari masyarakat sangat berharga.

‘‘Mungkin ada kejadian yang tidak termonitor oleh kami, masyarakat bisa memberikan infomasi itu, kerana semua perahu karet sudah di siapakan, ada yang butuh langsung berangkat, dengan adanya informasi dari masyarakat bisa mengantisipasi jatuhnya korban jiwa,’‘ tegasnya.

Dari Kabupaten Muarojambi dilaporkan bahwa kondisi debit sungai Batanghari terus mengalami kenaikan, jika pada hari Kamis debit diangka 14,40 maka pada Jumat tercatat diangka 14,65.

Angka itu membuat status Siaga 2 untuk Wilayah Kabupaten Muarojambi, dimana masyarakat harus mulai siap menghadapi debit air naik lebih tinggi lagi dalam beberapa hari kedepan.

Saat ini ada beberapa Kecamatan yang telah digenangi air diantaranya, Kecamatan Sekernan, Maro Sebo, Taman Rajo, Kumpe Ulu, Kumpe Ilir dan Kecamatan Jaluko.

‘‘Kami terus memantau kenaikan debit air, dan jika pergerakan semakin cepat maka kami akan segera menginformasikan kepada masyarakat,’‘ujar Kepala BPBD Muaro Jambi A. Zakir saat dikonfirmasi.

Sementara itu, pihak Polres Muaro Jambi telah sejak beberapa hari lalu melakukan penyerahan sembako kepada masyarakat Muaro Jambi yang rumahnya tergenang air, bantuan langsung diserahkan oleh polisi ke rumah warga menggunakan perahu.

‘‘Jadi di Desa Pematang Jering ini air telah cukup tinggi hingga dada orang dewasa, maka kami bersama Ibu Bhayangkari langsung turun menyerahkan bantuan kepada masyarakat, masyarakat tidak bisa keluar rumah maka kami yang mendatangi langsung menggunakan perahu,’‘ ujar Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardyanto. (scn/wan/era/aba)