Viral Perawat Cantik Pakai APD Transparan, Langsung Dijatuhi Sanksi Berat

Jumat, 22 Mei 2020 - 12:01:23 - Dibaca: 1463 kali

Google Plus Stumbleupon


Perawat cantik di Rusia mengenakan APD yang transparan saat merawat pasien Covid-19. ft/thesun
Perawat cantik di Rusia mengenakan APD yang transparan saat merawat pasien Covid-19. ft/thesun / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Perawat yang mengenakan alat pelindung diri (APD) transparan di Rusia harus menanggung risiko dari perbuatannya. Kabarnya, ia langsung dipecat pihak rumah sakit.

Dikutip Pojoksatu.id dari The Sun, seorang perawat cantik di Rumah Sakit Klinik Regional Tula, Moscow menjadi sorotan karena menangani pasiennya dengan semua pakaian dalamnya terlihat jelas dari luar.

Tenaga medis berusia 20 tahun yang tidak disebutkan namanya itu tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai aturan. Tapi APD itu transparan dan ia tidak mengenakan seragam perawat lagi selain pakaian dalamnya.

Perawat cantik itu mengatakan kepada kepala rumah sakit di kota Tula bahwa alasan dirinya tidak mengenakan seragam di dalam pakaian APD karena hal itu membuatnya merasa gerah.

Tindakan ‘berani’ perawat 20 tahun itu pun berdampak buruk baginya. Setelah foto wanita itu dibagikan secara luas di media sosial, ia dihukum karena tidak mematuhi persyaratan untuk pakaian medis.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa perawat tersebut langsung dijatuhi sanksi berat, dipecat oleh pihak rumah sakit karena dianggap tidak mematuhi aturan pakaian medis.

Perawat cantik di Rusia mengenakan APD yang transparan saat merawat pasien Covid-19. ft/thesun

Dia mengatakan kepada bos di Rumah Sakit Regional Tula, Moscow, Rusia, bahwa dia tidak menyadari APD yang dia kenakan saat merawat pasien Covid-19 di bangsal pria transparan.

Meskipun demikian, kementerian kesehatan daerah melaporkan bahwa sanksi disiplin diterapkan pada perawat departemen penyakit menular yang melanggar persyaratan (seragam).

Atasannya awalnya mengatakan wanita itu mengenakan pakaian dalam tetapi kemudian mengklaim bahwa dia memiliki pakaian renang di dalam gaun itu.

Perawat belum berbicara secara terbuka tentang insiden itu dan rincian yang tepat dari tindakan disipliner tidak diungkapkan.

Namun dalam laporan The Sun dikatakan bahwa seorang pasien pria mengaku tidak ada keberatan dengan pakaian transparan si perawat cantik, hanya ada “rasa malu”.

Sekadar diketahui Rusia memiliki lebih dari 300.000 kasus infeksi Covid-19 dengan jumlah kematian mencapai 2.972 jiwa.

(fat/pojoksatu)