Ekonomi Dibuka, Tukang Pangkas Rambut Tularkan Corona ke 91 Pelanggan

Senin, 25 Mei 2020 - 14:37:12 - Dibaca: 1103 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

WASHINGTON- Amerika Serikat saat ini menjadi epicentrum virus corona di Dunia. Namun begitu, beberapa negara bagian telah mencoba untuk membuka kembali perekonomian. Salon, tempat gym, pangkas rambut dan lainnya mulai beroperasi. Alhasil, beberapa orang dilaporkan terjangkit.

Seperti dilaporkan CNN, seorang penata rambut menularkan virus corona kepada 91 pelanggannya. Usaha pangkas rambut itu telah dibuka 8 hari lalu. Dia mulai bekerja pada 12 mei,

Kasus ini menjadi perhatian bagi pejabat Amerika untuk mempertimbangkan pelonggaran perekonomian

Direktur Departemen Kesehatan Springfield-Greene, Clay Goddard, mengatakan sebelumnya dalam kasus tersebut, 84 pelanggan yang terpapar virus dilayani oleh seorang penata rambut di salon Great Clips.

Selain menginfeksi pelanggan, tujuh rekan kerja penata rambut itu juga diberitahu tentang infeksi tersebut.
Belum jelas kapan penata rambut itu dinyatakan positif Covid-19, tapi ia diyakini terinfeksi saat bepergian.

“Pekerja dan klien mereka mengenakan masker. Ke-84 klien yang berpotensi langsung terpapar (virus) akan diberitahu oleh Departemen Kesehatan dan akan ditawari pengujian, seperti halnya tujuh rekan kerja penata rambut (yang terinfeksi itu),” kata Departemen Kesehatan Springfield-Greene dalam sebuah pernyataan.

Pihak departemen kesehatan berharap masyarakat tetap menggunakan masker selama wabah ini, sehingga tidak ada penambahan kasus baru.

Goddard tidak merinci identitas atau kondisi si penata rambut, dia mengatakan para pejabat kesehatan telah menghubungi orang-orang yang terpapar virus.

Pelacakan kontak ini berlangsung mudah karena si penata rambut menyimpan catatan pelanggan dengan baik.

Menurut Universitas Johns Hopkins, lebih dari 96.000 orang meninggal akibat virus corona di AS, di mana jumlah kasus yang dikonfirmasi lebih dari 1,6 juta. Missouri memiliki hampir 12.000 kasus infeksi dan lebih dari 600 kematian. (fin)

sumber: www.fin.co.id