Benarkah Rapid Test Massal Ulama Agenda PKI? Ini Faktanya

Selasa, 26 Mei 2020 - 06:08:40 - Dibaca: 4444 kali

Google Plus Stumbleupon


Selebaran berlogo MUI yang menyerukan ulama waspada rapid test massal karena dianggap agenda PKI dipastikan tidak benar alias hoaks
Selebaran berlogo MUI yang menyerukan ulama waspada rapid test massal karena dianggap agenda PKI dipastikan tidak benar alias hoaks / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpovokasi dengan beredarnya selebaran yang menyerukan ulama, kyai dan ustadz di seluruh Indonesia mewaspadai rapid test Covid-19 massal.

 

Dalam selebaran MUI itu, disebutkan bahwa rencana test corona massal itu merupakan modus operandi dari Partai Komunis Indonesia (PKI) atas perintah negara komunis Tiongkok untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di negara muslim lain.

Oleh karena itu, para ulama diminta agar menolak rapid test yang kelihatannya baik tapi di dalamnya ada misi yang sangat jahat dan licik.

Masih dalam selebaran itu, disebutkan bahwa jika ulama, kyai dan ustadz itu melakukan rapid test maka akan dinyatakan positif Covid-19. Lalu dikarantina dan disuntik dengan dalih pengobatan. Padahal itu suntikan racun untuk membunuh para tokoh Agama Islam.

 
PecintaIBHRS@PecintaIBHRS
 
 

*MUI SERUAN SIAGA 1* untuk jaga ulama dari bahaya laten komunis PKI

Apakah benar seruan ini berasal langsung dari MUI ?

Cc : @ustadtengkuzul

View image on Twitter
 
 
 
 
 

 

 

 

 
 

Surat edaran itu, memiliki kepala surat Majelis Ulama Indonesia. Dengan alamat kantor di Jalan Proklamasi No.51, Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami serukan bahwa rencana Test Corona ini adalah modus operandi dari PKI atas perintah Negara Komunis China untuk menghabisi para tokoh agama Islam baik di Indonesia maupun di Negara Muslim lain,” bunyi petikan salah satu kalimat dari surat tertanggal 3 April 2020.

Dikutip Pojoksatu.id dari Jawa Pos, Senin (25/5/2020), beredarnya selebaran itu sudah disikapi MUI.

Sekertaria Jenderal MUI, Anwar Abbas menegaskan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan surat tersebut. Dia pun memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

“Berita hoaks,” kata Sekjen MUI, Anwar Abbas dikutip Pojoksatu.id dari Jawa Pos, Senin (25/5/2020).

Anwar menekankan, MUI tidak pernah mengeluarkan selebaran tersebut. Maka dari itu, masyarakat diminta untuk tidak percaya akan surat selebaran dan menelan mentah-mentah pernyataan dalam selebaran tersebut.

“Karena dipastikan disebar oleh orang tak bertanggung jawab yang mencatut nama MUI. Masyarakat diminta bisa tetap tenang,” tegas Anwar.

(fat/pojoksatu)

 Sumber: www.pojoksatu.id