Jelang Pemakaman, Kantong Mayat Bergerak-gerak, Ternyata!

Rabu, 27 Mei 2020 - 13:22:51 - Dibaca: 985 kali

Google Plus Stumbleupon


Ilustrasi kantong mayat berisi jenazah. Foto: Twitter
Ilustrasi kantong mayat berisi jenazah. Foto: Twitter / Jambi Ekspres Online

jambiekspres.co.id-Sebuah rumah duka di Paraguay, sontak heboh pada akhir pekan lalu. Di mana, salah satu kantong mayat yang baru saja dikirim dari klinik terlihat bergerak.

Mengutip Metro, kejadiannya berawal dari seorang pasien perempuan bernama Gladys Rodriguez Duarte (46) pergi ke sebuah Klinim San Fernando, Paraguay.


Duarte mengunjungi klinik di Kota Coronel Oviedo untuk memeriksakan kesehatannya, yakni tekanan darahnya yang makin meninggi, Sabtu (23/5).
Setelah ditangani, pihak klinik mengetahui bahwa pasien mengidap penyakit kanker ovarium.

Menurut keterangan polisi, pada pukul 09.30 waktu setempat, Duarte akhirnya dirawat dan ditangani oleh Dr Heriberto Vera.

Kemudian berselang hampir dua jam, atau pada pukul 11.20 waktu setempat, perempuan paruh baya itu dinyatakan meninggal dunia.
Jenazah Durarte pun dibawa ke rumah duka, setelah pihak klinik menginformasi soal kematian Duarte kepada keluarga.

Namun, saat jenazah Duarte dipersiapkan untuk dibawa ke upacara beberapa jam kemudian, suami dan putrinya menemukannya bergerak dalam kantong mayat saat berada di ruang duka.

“Dia (Dr Vera) mengira dia (Duarte) sudah mati dan menyerahkannya telanjang kepada saya seperti binatang dengan sertifikat kematiannya. Dia bahkan tidak menghidupkannya kembali,” kata suami Rodriguez Duarte, Maximino Duarte Ferreira.
"Kami memercayainya, itu sebabnya kami pergi ke sana. Tetapi mereka memutusnya dan membawanya ke rumah duka.”

Pemilik perusahaan Pemakaman Duarte dan Sons mengatakan kepada penyelidik bahwa stafnya mendapati Rodríguez Duarte, bergerak di dalam kantung mayat tas ketika mereka menurunkannya di ruang duka.


Duarte akhirnya dibawa ke salah satu fasilitas medis Lembaga Kesejahteraan Sosial Paraguay, dan ditempatkan di bawah pengawasan, tetapi kondisinya saat ini belum dijelaskan. (Metro/mg8/jpnn)

sumber: www.jpnn.com