Tak Mau Bayar Biaya Taxi, Pria di Inggris Tega Ludahi Sang Sopir Hingga Meninggal Dunia

Rabu, 27 Mei 2020 - 14:40:44 - Dibaca: 417 kali

Google Plus Stumbleupon


Trevor sang sopir taxi yang meninggal lantaran diludahi penumpang
Trevor sang sopir taxi yang meninggal lantaran diludahi penumpang / Jambi Ekspres Online

JAMBIEKSPRES.CO.ID-Adanya pandemi virus corona atau COVID-19 di seluruh dunia memang menjadikan banyak orang perduli dengan sesama, dan berusaha bersama melawan virus tersebut.

 

Berperilaku baik dan saling menjaga kebersihan sesama juga sangat dipentingkan.

Namun apa yang dilakukan oleh seorang penumpang taxi di negara Inggris ini nampaknya sangat tidak boleh dicontoh nih tipstrenners.

Bagaimana tidak penumpang tersebut dengan sengaja malah menolah membayar tarif perjalanan taksi yang digunakannya. Yang lebih para lagi ia malah meludahi sang sopir.

Seperti dilansir dari laman World of Buzz, kejadian ini bermula pada 22 Maret lalu.

Seorang pengemudi taksi bernama Trevor Belle akan menurunkan penumpangnya di West Ham Lane, Stanford.

Seperti supir taksi pada umumnya, Trevor menagih biaya perjalanan yang harus dibayar oleh penumpang tersebuh sebelum ia keluar.

Penumpang tersebut diketahui harus membayar ongkos sebesar 9 Poundsterling atau sekitar Rp 162 ribu.

Namun Trevor terkejut ketika pria tersebut malah menolak untuk membayarnya dan malah meludahi Trevor. Tak hanya itu, ia pun membuat sang pengemudi taksi itu terkejut dengan perkataannya.

“Aku terinfeksi virus corona dan sekarang kamu menderitanya juga,” ujar pria tersebut.

Mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan Trevor akhirnya melapor kepada pihak kepolisian, namun sayang laporannya tersebut dianggap sebagai hal sepele.

Merasa sia-sia, ia akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah dan menceritakan kejadian tersebut pada sang istri.

Sayang, setelah empat hari kejadian Trevor jatuh sakit dan memiliki gejala seperti terserang flu. Bahkan keesokan harinya Trevor sulit untuk bernafas.

Setelah melakukan pengecekan pada dokter, Trevor akhirnya didiagnosa positif terinfeksi virus corona.

Tiga minggu berjuang melawan Covid-19, kondisinya semakin melemah dan akhirnya ia meninggal dunia pada 18 April lalu.

Pihak keluarga tidak tahu apakah insiden insiden meludah adalah penyebab meninggalnya Trevor. Namun sang istri setuju jika darah Trevor disumbangkan untuk para peneliti.

 

(ayu/tipstren)

Sumber: https://tipstren.pojoksatu.id/