Bekerja Sama dengan LP2M UIN STS dan MES

Program Sosial BI Penanganan Dampak Covid-19

Senin, 08 Juni 2020 - 13:58:58 - Dibaca: 917 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (LP2M UIN STS) Jambi dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) untuk menyalurkan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Hal ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis PSBI dalam rangka penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi berupa paket sembako oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi kepada Rektor UIN STS Jambi di Ruang Kajanglako BI Provinsi Jambi, Jumat (5/6).

Penyerahan paket sembako yang merupakan PSBI ini juga turut disaksikan oleh Kepala OJK Provinsi Jambi, Endang Nuryadin, Wakil Rektor dilingkup UIN STS Jambi dan Pejabat Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi.

Setiap paket sembako berisi 5 kg beras, 1 dus mie instan, 2 kg gula pasir, 2 liter minyak sayur, 2 kg tepung terigu, 2 kaleng susu kental manis dan 400 gr mentega.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Bayu Martanto mengatakan, BI akan terus terus berkomitmen membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak Covid-19 melalui PSBI. BI sudah menyalurkan sejumlah bantuan PSBI, di antaranya Bantuan 600 paket sembako kepada masyarakat Kota Jambi, Kab Tanjabbar, Kabupaten Sarolangun, Muaro Jambi melalui Yayasan Aksi Cepat Tanggap Jambi (ACT). Bantuan PSBI berupa 200 paket sembako kepada masyarakat Kabupaten Batanghari senilai Rp110juta dan 526 paket Alat Pelindung Diri (APD) kepada sejumlah RS dan puskesmas di wilayah Provinsi Jambi bekerja sama dengan Yayasan Ummul Masakin senilai Rp150 juta. Bantuan paket alat kesehatan kepada RS Kambang senilai Rp26 juta dan Paket bantuan sembako dari BI kepada pegawai non-organik di lingkungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi.

"Ke depan BI masih akan terus lanjut menyalurkan bantuan untuk masyarakat, bekerjasama dengan ACT untuk penyerahan 300 paket sembako di Kota Jambi dan Muaro Jambi dan sebanyak 600 paket sembako melalui kerjasama dengan Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jambi," katanya.

Terkait Masyakarat Ekonomi Syariah (MES) lanjut Bayu, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam hal industri halal. Dimana Indonesia menjadi pasar makanan halal nomor 1 di dunia, konsumsi kosmetik halal berada nomor 2 di dunia, konsumsi pakaian muslim nomor 3 di dunia, konsumsi farmasi muslim nomor 4 di dunia, sampai dengan perjalanan wisata halal Indonesia berada pada peringkat 5 dunia.

Sayangnya dalam hal peranan Indonesia dalam ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) global masih menjadi market atau pembeli dan belum menjadi player. "Kita masih tertinggal dari negara yang muslimnya sedikit, demikian juga dalam hal perbankan dan perekonomian lainnya yang berbasis industri halal, kita selalu manjadi pasar, bukan menjadi pemainnya," ujar Bayu.

Apabila Indonesia bisa menjadi player tentu potensinya sangat besar, dengan mendorong tiga pilar pengembangan eksyar yaitu pemberdayaan ekonomi syariah, pembiayaan syariah, dan peningkatan literasi atau edukasi tentang ekonomi syariah. "Di Jambi kita akan mengusahakan industri halal dengan mitra kita yaitu UIN STS Jambi dan MES," imbuh Bayu.

Rektor UIN STS Jambi, Prof. Dr. H. Su'aidi Asy'ari, MA, PhD yang juga merupakan ketua MES Provinsi Jambi, mengatakan, UIN STS Jambi punya visi untuk menjadi lokomotif perubahan sosial akhlak manusia, termasuk ekonomi syariah. Di UIN STS Jambi sedang menerapkan paradigma trans integrasi ilmu, dengan maksud agar antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan lainnya bisa saling terkoneksi. "Contohnya antara ulama/ahli agama dengan pihak kedokteran, agar mampu menjelaskan dalam bidang kedokteran dan dari aspek agama juga, sehingga terkontrollah etika dalam ilmu pengetahuan," ungkapnya.

Dia juga optimis bahwa dengan sinergi antar lembaga dan otoritas, MES akan dapat mendorong literasi pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. “Dengan kolaborasi MES, UIN, BI, OJK, saya prediksi ke depan ekonomi syariah Indonesia bisa menghadapi persaingan. Selain pentingnya aspek halal dalam ekonomi syariah, aspek layanan juga sangat penting, termasuk cara berkomunikasi dan tidak terlalu bersifat eksklusif,” ujarnya.

Untuk mengembangkan ekonomi syariah, harus terus menerus ada survey atau penelitian untuk melihat kebutuhan masyarakat. Saat ini UIN STS Jambi telah membentuk 16 pusat Kajian Ekonomi Syariah. We can make better future, khususnya bagaimana umat Islam ini mengelola uangnya sendiri. "Tahap awal kita ingin mahasiswa kita bisa magang di bank syariah," imbuhya.

Terkait dengan bantuan PSBI, Rektor mengucapkan terima kasih. Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya, yaitu masyarakat yang terdampak Covid-19. Sebagian nantinya ada ke Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Bungo, Kabupaten Batanghari, Kota Jambi, dan Kabupaten Muaro Jambi. "Mari Kita sama-sama berdoa semoga Covid-19 segera berlalu," tutupnya. (kar)