Spektakuler! BAN-SM Sukses Gelar Uji Kompetensi Online Pertama di Indonesia dengan Peserta Terbanyak

Sabtu, 20 Juni 2020 - 20:57:02 - Dibaca: 8904 kali

Google Plus Stumbleupon


Suasana pelaksanaan Uji Kompetensi Asesor secara online pada Sabtu (20/06) kemarin. Terlihat aktifitas semua peserta  terpantau pihak pengawas dan BAN-SM, sehingga sulit terjadi kecurangan.
Suasana pelaksanaan Uji Kompetensi Asesor secara online pada Sabtu (20/06) kemarin. Terlihat aktifitas semua peserta terpantau pihak pengawas dan BAN-SM, sehingga sulit terjadi kecurangan. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Pandemi Covid 19 tidak membuat Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-SM) berhenti membuat terobosan baru dan berinovasi. Buktinya pada Sabtu 20 Juni 2020, BAN-SM sukses menyelenggarakan uji kompetensi asesor (UKA) serentak se-Indonesia dan diikuti sebanyak 10.600 asesor secara Daring.

Apalagi pelaksanaan UKA online yang melibatkan asesor dari 34 provinsi dengan peserta terbanyak pertama di Indonesia tersebut berlangsung sukses tanpa kendala berarti. Hal ini jelas menjadi sesuatu kebanggaan bagi institusi BAN-SM, selain karena baru pertama digelar uji kompetensi asesor Daring dengan pengawasan yang sangat ketat lewat webcam se Indonesia.

Ketua BAN-SM, Dr. Toni Toharudin, M.Sc mengatakan bahwa pihaknya bersyukur, karena berhasil melaksanakan uji kompetensi asesor (UKA) se Indonesia secara online tanpa kendala berarti. Apalagi pelaksanaan UKA secara online ini merupakan yang pertama di Indonesia yang terbanyak digelar dengan pengawasan ketat tersebut dengan persiapan yang cukup singkat. Apalagi semua aktifitas peserta terpantau lewat video webcam dengan pengawas tingkat provinisi maupun pusat.

“Alhamdulillah pelaksanaan uji kompetensi asesor (UKA) yang diikuti 10.600 orang secara online berjalan lancar. Ini pertama di Indonesia pelaksanaan UKA online yang dipantau secara langsung lewat camera webcam,” ujar Toni saat dihubungi kemarin. Dikatakan Toni, meteri UKA online ini berupa materi tes kognitif dan non kognitif, diharapkan dapat menjaring asesor yang bisa menyesuaikan paradigma baru akreditasi.

Dijelaskan Toni, ada yang berbeda dari pelaksaan ujian online lainnya. Dimana selama ujian berlangsung, aktivitas peserta akan direkam melalui kamera yang ada pada perangkat ujian peserta. Apabila aktivitas peserta tidak bisa terlihat melalui kamera, pengawas dapat menghentikan ujian peserta dan peserta dianggap telah menyelesaikan ujian.

“Bila webcam tidak aktif atau terpantau ada orang lain yang membantu, maka peserta tersebut langsung didiskualifikasi dari UKA Online,” tegasnya.  

Pada kesempatan itu juga Toni menjelaskan bahwa materi uji kompetensi asesor tahun 2020 dengan 2 paket ujian yaitu kognitif dan non kegnitif. Ujian kognitif selama 150 menit yang terdiri dari TKB dan kompetensi. Lalu ujian non kognitif selama 120 menit yang terdiri dari materi kepribadian, karakter dan integritas.

Toni juga menjelaskan, pada saat UKA online peserta harus menyiapkan laptop dengan fasilitas kamera (webcam) aktif, yang terkoneksi secara stabil dengan internet. Lalu KTP dan kertas kosong ditunjukkan ketika pengambilan foto peserta pada saat login pada sistem ujian.

Peserta harus dalam posisi duduk sendiri dalam ruangan tertutup dan tidak ada gangguan atau intervensi dari orang lain. Pengawas akan mengecek kesesuaian identitas yang tampil dilayar perangkat ujian. Peserta tidak diperbolehkan menggunakan kalkulator, buku, maupun catatan lain, alat komunikasi seperti telepon seluler selain perangkat yang akan digunakan ujian, jam tangan (arloji), kamera dan sebagainya. (kta)