Keterbatasan Signal, Asesor Jambi UKA Daring di Kebon Sawit dan Sempat Kehujanan

Minggu, 21 Juni 2020 - 10:03:13 - Dibaca: 2620 kali

Google Plus Stumbleupon


Salah seorang asesor asal Jambi saat mengikuti uji kompetensi asesor (UKA) online di kebun sawit dengan membawa genset dan tenda sebagai pendukung pelaksanaan UKA agar sukses.
Salah seorang asesor asal Jambi saat mengikuti uji kompetensi asesor (UKA) online di kebun sawit dengan membawa genset dan tenda sebagai pendukung pelaksanaan UKA agar sukses. / Jambi Ekspres Online

JAMBI-Pelaksanaan uji kompetensi asesor (UKA) yang digelar Badan Akreditasi Nasional Sekolah Madrasah (BAN-SM) pada 20 Juni 2020 masih menyisahkan cerita menarik dan unit. Untuk bisa mengikuti UKA online dengan baik, asesor  di Jambi melakukan banyak hal unik dan menguras tenaga.

Mereka harus berupaya keras untuk mendapatkan jaringan internet dan bagaimana alisan listrik tidak padam, sehingga bisa mengerjakan UKA secara online. Salah satunya asesor asal Kecamatan Sungai Bahar Kabupaten Muaro Jambi yang harus mengungsi ke kebun sawit.

Ia terpaksa harus berada di kebun sawit untuk mencari signal dan jaringan internet untuk mengikuti Ujian Kompetensi Asesor (UKA) secara online. Selain itu agar support baterai penuh ia juga membawa genset sebagai pendukung aliran listrik dan membawa tenda agar tidak kepanasan serta kehujanan karena UKA online digelar hingga sore hari.

“Saya bawa genset dan tenda pak dari rumah, karena di rumah signal lemah dan kadang mati lamu. Kalau disini signal kuat, karena di atas bukit dan kalau mati lampu bisa pakai genset,” ujar Muhtarom salah seorang asesor yang ikut UKA online yang digelar BAN-SM.

Dikatakan Muhtarom, selama pelaksanaan UKA online dirinya bisa mengerjakan semua soal karena memang tidak terganggu dengan signal. “Alhamdulillah, selesai UKA onlinenya meski tadi sempat kehujanan,” akunya.

 Sementara itu Ketua BAN-SM Provinsi Jambi, H. Mohd. Saleh, MPd mengapresiasi atas kerja keras semua asesor se-Provinsi Jambi yang ikut pelaksanaan UKA online dengan baik. Walaupun mereka harus mengorban diri dengan serada di kebun sawit atau mengungsi di lokasi yang signal kuat dan aliran listrik tidak padam.

“Kita patut berbangga dengan perjuangan mereka asesor di Jambi harus sampai-sampai ujian di kebun sawit. Ini semua mereka lakukan agar bisa ikut UKA online. Kita doakan semoga semua asesor di Jambi bisa lulus pada UKA online kali ini,” harap Saleh.

  Diakui Saleh, secara keseluruan tidak ada kendala yang berarti dalam pelaksanaan UKA online di Provinsi Jambi. Walaupun ada beberapa daerah yang sempat mati lampu dan server sempat down, tetapi sebagian asesor bisa menyelesaikan UKA online dengan baik.

“Dari 152 asesor yang terdaftar sebagai peserta UKA online, sebanyak 138 asesor mengikuti UKA online hingga selesai. Sebanyak 2 orang sakit dan 12 orang mundur dengan berbagai alasan. Kita tinggal nunggu pengumuman dari BAN-SM,” bebernya. (kta)