‘Perang’ Saudara di Tanjabbar, Calon Punya Hubungan Keluarga

Senin, 29 Juni 2020 - 13:03:25 - Dibaca: 999 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI- Ada yang menarik dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tanjab Barat 9 Desember 2020 mendatang. Petarungan antar keluarga terjadi antara  beberapa kandidat yang akan berlaga dalam perebutan BH 1 E.

Meski beberapa nama kandidat sempat meredup, konstelasi politik akhir-akhir ini menunjukan perebutan tahta antara kerluarga bakal terwujud.  Misalnya, pertarungan antara Mulyani Siregar dan Cuci Halimah yang sama-sama melirik posisi calon Bupati Tanjab Barat.

Mulyani Siregar merupakan adik ipar Cici Halimah yang merupakan istri Bupati Tanjab Barat, Safrial. Pertarungan keduanya sepertinya tidak bisa dielak lagi karena sama-sama memiliki peluang dan tengah duduk parlemen Tanjab Barat.

Secara karir politik, Cici sendiri pernah mengamban posisi Wakil Ketua DPRD dan Mulyani merupakan Ketua DPRD Tanjab Barat peiode 2019-2024. Di samping itu, Cici juga merupakan anggota legislatif aktif dari PDIP yang saat ini dinahkodai Mulyani Siregar.

Informasi yang berhasil di himpun, Cici Halimah sudah mengumpulkan sejumlah pimpinan Parpol untuk membangun koalisi. Parpol itu diluar PDIP, Berkarya dan PAN yang sudah menyatakan dukungan kepada beberapa kandidat.

Ketua DPD PKS Tanjab Barat, Aziz Rahman membernarkan adanya pertemuan yang dilakukan Cici bersama beberapa pimpinan Parpol tersebut. Meski Aziz membantah pertemuan itu terkait agenda Pilkada, namun ia tidak menampik ada penjajakan yang dilakukan Cici.

Tidak jauh berbeda, Anwar Sadat dan Amin Abdullah juga masih memiliki pertalian darah. Amin Abdullah merupakan sepupu Anwar Sadat yang saat ini sudah di gadeng Mulayani Siregar sebagai kandidat calon Wakil Bupati dengan dukungan PDIP.

Namun Anwar Sadat juga memastikan diri bakal masuk gelanggang karena sudah mendapatkan restu DPP PAN dengan menggandeng Khairan, pengusaha sekaligus anggota DPRD Tanjab Barat. Hanya saja, keduanya berasal dari rahim yang sama, sebagai kader partai berlambang matahari biru.

Kemudian ada Abu Bakar Jamalia (ABJ) yang kabarnya juga masih memiliki hubungan kekerabatan dengan Muklis. Namun bedanya, ABJ belum mendapatkan restu partai, sedangkan Muklis sudah mengantongi dukungan Berkarya, partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto.

Berbeda, Jafar Ahmad, politisi Golkar yang namanya sempat mencuat dalam bursa kandidat calon Bupati. Namun akhir-akhir ini Golkar sedikit realistis, menginginkan kadernya di posisi orang nomor dua.

Pengamat politik Jambi Citra Darminto menilai, politik dinasti seperti ini sejak lama sudah berjalan di Indonesia.  Tidak terkecuali di Jambi yang salah satunya terlihat di bursa Tanjung Jabung Barat maupun Batanghari.

‘‘Tidak bisa dipungkiri, tahta Dinasti politik dan keluarga calon-calon khususnya di Tanjabar masih kentara,’‘ katanya.

Citra mengatakan, hal ini tidak terelakkan karena tidak ada aturan yang melarang dinasti politik, meski secara etika politik kurang baik. ‘‘Kecuali dinasti sebelumnya telah mampu membanggun sebuah perubahan yang lebih baik bagi kesejahteraan masyarakat,’‘ jelasnya.

Kalau tidak, lanjut Citra, seharusnya dinasti tersebut malu kepada rakyat untuk maju lagi di Pilkada berikutnya. Karena terkesan dinasti politik yang selalu muncul di setiap Pilkada hanya mengejar kekuasaan.

‘‘Ini juga terkesan untuk mengejar kepentingan pribadi dan kelompok dengan mengeyampingkan rakyatnya. Yang jelas kondisi sekarang ini menunjukan krisis politik di Tanjabbar,’‘ tukasnya. (wan/aiz)