Sosialisasi Perbup Tentang Optimalisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting di Tanjabbar

Selasa, 30 Juni 2020 - 18:31:30 - Dibaca: 1551 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KUALATUNGKAL - Sebagai pencegahan stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Pemkab Tanjabbar mengeluarkan Peraturan Bupati nomor 12 tahun 2020 dan turunannya tentang penetapan desa / kelurahan lokasi fokus Stunting Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Menindaklanjuti keputusan Bupati tersebut, Dinas Pemerintahan Desa bersama OPD terkait menggelar sosialisasi Peraturan Bupati dan surat keputusan Bupati tentang penetapan desa/kelurahan lokasi fokus stunting.

Kegiatan digelar di aula Hotel Aryad Kuala Tungkal, sesuai protokol kesehatan Selasa (30/6) kemarin. Hadir saat acara, Kepala Bappeda H. Ir. Firdaus Khatab, Kadis Kesehatan, dr. Hj. Andi Pada M. Kes, Kadis PMD H. Noor Setio Budi, Bapedaa Provinsi Jambi dan Dinkes Provinsi, para kepala puskesmas yang menjadi Lokus stunting, Para Lurah Kepala Desa, Serta OPD terkait.

Kepala Bappeda Tanjabbar H. Ir. Firdaus Khatab dalam membuka kegiatan sosialisasi menyampaikan sesuai Perbup Kabupaten Tanjabbar memiliki 10 Lokus Stunting di beberapa Kecamatan yaitu, Kelurahan Tebing Tinggi Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Parit Pudin Kecamatan Pengabuan, Desa Tungkal IV Desa Kecamatan Seberang Kota, Desa Parit Sidang Kecamatan Pengabuan, Kelurahan Lubuk Kambing Kecamatan Renah Mendaluh, Desa Adipurwa Kecamatan Merlung, Desa Betara Kanan Kecamatan Kuala Betara, Desa Purwodadi Kecamatan Tebing Tinggi, Desa Mekar Tanjung Kecamatan Bram itam, Desa Sei Kayu Aro Kecamatan Senyerang.

Dijelaskannya, stunting merupakan gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, anak stunting cenderung lebih kecil dibanding anak seusianya. Ditambahkannya penanggulangan samping bukan hanya tugas dan tanggung jawab Dinas Kesehatan tetapi juga semua pemangku kepentingan tidak terkecuali masyarakat dalam menjaga asupan gizi anak serta lingkungan yang bersih dan sehat.

" percepatan penurunan stunting ini dilaksanakan secara konvergensi melibatkan semua pemangku kepentingan, sosialisasi ini penting untuk menggugah kepedulian bersama dalam mengatasi stunting, " ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat desa, Kabupaten Tanjabbar, H. Noor Setio Budi menyampaikan jika pihaknya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tentu mengarahkan dan menggerakkan desa sebagai peran utama dalam pengentasan stunting. Selain itu juga menumbuhkan kader-kader di masyarakat untuk bersama-sama mengatasi lokus stunting agar wilayah itu terhindar dari stunting.

"Peran Desa dalam rangka mendukung kegiatan ini sangat vital, disini anggaran APBDes juga di adakanvdalam mendukung pengentasan stunting di wilayah lokus stunting. Harapannya Kabupaten kita dapat mengatasi stunting dengan baik," demikian katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Tanjabbar, dr. Hj. Andi Pada M. Kes, dalam paparannya sosialisasi stunting dengan dilaksanakan untuk mendukung gerakan nasional percepatan gizi kegiatan ini juga menyampaikan hasil analisis dan perencanaan kegiatan penurunan stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat

" hari ini adalah sudah masuk ke tahapan ke-4 yaitu sosialisasi dari Peraturan Bupati, Dari kegiatan ini kami berharap bisa membangun komitmen bersama dalam penurunan dan pencegahan stunting dan terbangunnya koordinasi dan kerjasama terutama desa dan kelurahan yang menjadi lokus," paparnya.

Targetnya tentu semua wilayah yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat hasilnya Revalansing angka stunting di Kabupaten Tanjung Jabung Barat menurun.

" karena stunting ini kan ada gangguan pada pertumbuhan yang diakibatkan kekurangan gizi kronis, kekurangan gizi kronis kan ada banyak penyebabnya ada karena kemiskinan, ada karena pola asuh, atau ada penyakit karena lingkungan tidak baik, ini semua bersama-sama dengan OPD terkait kita tuntaskan," Demikian Kata Kadis.(Sun)