Anthony-Jonatan Belum Terkalahkan

Jumat, 10 Juli 2020 - 07:09:04 - Dibaca: 710 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Dua unggulan teratas, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie menyegel tiket Semifinal Mola TV PBSI Home Tournament. Turun pada partai pembuka perempat final di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7) sore, Anthony Ginting sukses menekuk perlawanan juniornya, Alvi Wijaya Chairullah. Tampil di kejuaraan internal PBSI ini sebagai unggulan pertama, Ginting menang dua set langsung dengan skor mencolok 21-10 dan 21-11. Meski demikian tunggal putra peringkat 6 dunia itu mengaku sempat terkejut dengan kualitas serangan tajam dari sang rival.


“Di awal kaget dengan serangannya yang tajam, tapi lama-lama kebaca juga. Alvi pemain muda dan baru gabung ke pelatnas, dia belum banyak pengalaman. Menurut saya, dia salah satu pemain yang bagus ke depannya, banyak yang bisa ditingkatkan,” kata Anthony setelah pertandingan.

“Alvi tipe pemain kontrol serang tapi untuk speed dan power masih kurang. Waktu dia menggocek di depan dan saya kasih ke belakang, dia masih belum bisa mengembalikan dengan baik. Tapi seperti saya bilang tadi, dia masih bisa improve lagi ke depannya,” jelas pria berdarah Karo, tersebut.

Di babak semifinal. Anthony akan berhadapan dengan pemenang duel Chico Aura Dwi Wardoyo. “Chico sudah kenal permainan saya. Lihat besok saja, siapa yang bisa mengatasi permainan dengan baik di lapangan,” kata Anthony.

Di tempat yang sama, Jonatan Christie akhirnya mendapat tiket semifinal tunggal setelah melewati laga panjang melawan Karono. Unggulan kedua ini menang dengan skor akhir 21-18, 18-21, 21-16 dalam waktu 80 menit. Sebetulnya Jonatan punya peluang untuk menang straight game saat mengantongi kemenangan di game pertama dan sudah unggul jauh di game kedua. Namun Karono yang sore ini tampil gigih, mampu mencuri game kedua.

Di game ketiga, pertarungan kedua pemain juga masih sengit. Karono tidak dapat memanfaatkan beberapa peluang dan melakukan kesalahan sendiri, hal ini menjadi keuntungan bagi Jonatan yang pergerakannya mulai terbatas saat paha kirinya terasa akan kram. Jonatan meminta pertolongan dokter pertandingan pada kedudukan 13-8 di game ketiga. “Di game kedua, saya menurunkan serangan. Beberapa kali Karono balik serang, bola saya malah banyak jadi umpan dan membuat dia lebih enak untuk menyerang,” kata Jonatan soal pertandingan.

“Soal kaki, tadi sedikit mau kram saja tapi semua oke kok. Memang tidak bisa dipungkiri, kami nggak pernah main sehari dua kali. Tadi pagi saya main 70 menit, sekarang 80 menit. Ini bagus untuk latihan tapi nggak bagus untuk pertandingan,” ungkapnya.

Di babak semifinal, Jonatan akan berhadapan dengan Shesar Hiren Rhustavito. Kedua pemain sama-sama telah melewati laga-laga panjang dalam perjalanan menuju semifinal. “Yang paling penting jaga otot, jaga stamina supaya cepat pulih kembali. Kami bertanding dua kali sehari, lawan-lawan yang dihadapi juga nggak mudah. Walau umur mereka di bawah saya, tapi kami sering latihan bersama, mereka tahu kelemahan-kelemahan saya,” tutur Jonatan.

Lawan Jonatan di Semifinal, Shesar Hiren Rhustavito memang patut diwaspadai setelah menang straight game atas Tegar Sulistio, 21-13, 21-5. Tegar yang tampil cukup baik dalam laga melawan Bobby Setiabudi, kali ini justru underperform, terutama di game kedua saat ia tak dapat mengimbangi permainan Shesar.

Shesar ternyata sudah mempelajari permainan Tegar saat ia berhadapan dengan Bobby di laga penyisihan Kamis pagi. “Waktu Tegar menang dari Bobby, saya lihat dia menang di permainan net. Jadi netting saya nggak boleh kalah duluan. Kecepatan dan feeling bermain netnya dimantapkan lagi,” tandasnya. (fin/tgr)

sumber: www.fin.co.id