Denny Siregar Ungkap Betapa Berbahanya Semua Sistem Telkomsel, Mengerikan!

Sabtu, 11 Juli 2020 - 11:05:31 - Dibaca: 1922 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar mengapresiasi tindakan cepat aparat kepolisian yang telah menangkap pegawai outsourcing Telkomsel.


Pegawai Telkomsel berinisial FFH itu ditangkap di Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia diduga sebagai pemasok data akun akun Twitter @opposite6890 dan mempublikasikan data pribadi Denny Siregar.

“Saya senang ketika Polisi akhirnya bisa membekuk pelaku di dalam Telkomsel yang memasok data ke akun Opposite,” kata Denny Siregar melalui akun Facebooknya, Jumat (10/7).


“Terimakasih atas gerak cepatnya, Polri. Ini lumayan melegakan, karena dengan begitu kita tahu bahwa memang ada “orang dalam” yang bermain disana menjual data,” tambahnya.


Kendati demikian, Denny heran lantaran seorang pegawai outsourcing bisa mengakses data pribadi pengguna Telkomsel.

Menurut Denny, hal itu menguatkan dugaan bahwa ada kelemahan yang berbahaya di sistem data Telkomsel.

Padahal sebelumnya, kata Denny, Telkomsel sudah mengelak bahwa sistem mereka sangat aman. Bahkan sudah mendapat sertifikasi ISO 27001 untuk keamanan informasi. Yang ngawasin badan independen dan profesional pula.

“Lah, kalau dgn sertifikasi ISO itu yang bobol cuman sekelas outsourcing doang, bayangkan, betapa bahayanya semua sistem Telkomsel. Mengerikan. Kita semua terancam. Data kita bisa diakses ama coro-coro di perusahaan besar,” kata Denny.

Denny mengatakan Telkomsel adalah perusahaan multinasional, dengan aset ratusan triliun rupiah, tapi yang bobol data bahkan bukan “orang penting” di sana.


Ia mencurigai ada permainan dan pengalihan di Telkomsel, sehingga pegawai outsourcing sengaja dijadikan sebagai kambing hitam.

“Karena itu, sesudah clear bahwa ada masalah di sistem internal Telkomsel, saya mau menaikkan level permainan. Saya ingin MENGGUGAT Telkomsel. Gugatan ini sangat penting, supaya Telkomsel tidak bisa sembarangan dengan data 160 juta pelanggannya,” tegas Denny.

“Saya sudah menjadi korban. Rumah saya sudah diteror oleh bermacam-macam orang.
Jangan sampai, keluarga anda juga yang menjadi korban. Sudah cukup. Telkomsel harus bertanggung jawab dengan ini semua. Jangan cuman bisa ngeles atau diam saja,” pungkas Denny Siregar.

(one/pojoksatu)

sumber: www.pojoksatu.id