Belum Ada SMA/SMK Yang Sekolah Tatap Muka Pada 13 Juli, Padahal Gugus Tugas Sudah Izinkan

Sabtu, 11 Juli 2020 - 18:55:54 - Dibaca: 827 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Jubir Gugus Tugas Covid19 Provinsi Jambi Johansyah resmi mengumumkan ada lima daerah yang bisa membuka sekolah tatap muka di wilayahnya. Yakni Bungo, Tebo, Merangin, Tanjabtim plus Kota Jambi. Namun hal ini belum berlaku untuk SMA/SMK. Pasalnya belum ada sekolah yang berani mengajukan uji coba sekolah di masa pandemi Covid19 ini, padahal SD hingga SMP di Kota Jambi sudah memulai uji coba sekolah.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M.Syahran mengatakan sejauh ini belum ada laporan SMAN/SMKN/SLB di bawah kewenangannya yang akan melakukan belajar tatap muka dikelas pada Senin, 13 Juli mendatang. Walaupun diakuinya tahun ajaran baru, dimulai pada senin mendatang. “Sepertinya belum ada yang akan bukak sekolah tatap muka senin ini,”ujarnya saat dihubungi Jambi Ekspres (10/7).

Syarat bagi sekolah yang ingin melakukan pembelajaran di kelas kata Syahran yang pertama haruslah berada di zona hijau. Selanjutnya harus mendapatkan surat izin dari ketua tim gugus tugas di Kabupaten/Kota. Lalu juga harus memenuhi kriteria sperti toilet bersih, sarana cuci tangan mengalir. Juga termasuk menerapkan area wajib masker. “Selain itu harus ada surat kespeakatan bersama komite sekolah, dan orang tua wali harus menyetujui anaknya melakukan tatap muka disekolah,” katanya.

Sementara itu untuk sementara masih akan dilakukan pembelajaran via daring, luring dan kombinasi, dengan panduan pembelajaran jarak jauh yang sudah diatur oleh Disdik. “Untuk daring persyaratannya harus dilaksanakan bagi sekolah dengan peserta semua memiliki akses internet, luring digunakan bagi peserta didik tidak memiliki akses internet, dan kombinasi dilakukan sekolah yang sebagian pendidik dan peserta didik tidak memiliki akses internet,” ujarnya.

Ditanyakan terkait kendala sekolah belum melakukan uji coba tatap muka dikelas, Syahran tak menjawab alasannya. Juga terkait kemungkinan sistem shift kehadiran yang sebelumnya diwacanakan Pemprov juga belum jadi dilakukan. "Yang jelas kita sudah kirim surat petunjuk ini ke Kepala Sekolah SMA/SMK se Provinsi Jambi," pungkasnya. (aba)