Denny Siregar Sindir Haikal Hassan Pelit, Bayar Hacker Cuma Rp5 Juta, Suruh Kabur ke Belgia

Minggu, 12 Juli 2020 - 05:33:42 - Dibaca: 14421 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar menyindir Ustaz Haikal Hasan yang mentransfer uang ke rekening pemilik akun @opposite6891.


Pemilik akun @opposite6891 dengan nama asli Wahyu Budi Laksono alias Irsan A Rauf merupakan hacker pembocor data pribadi Denny Seriger.

Denny menyindir Haikal Hasan pelit. Pasalnya, Haikal hanya membayar Wahyu Budi Laksono Rp5 juta untuk kabur ke Belgia.


“Gua gengsi banget cuman ditransfer 5 juta trus disuruh kabur ke Belgia. Pelit amat,” sindir Denny, Sabtu (11/7/2020).


“Hacker dibayar 5 juta itu mungkin masih outsourcing,” tambah penulis buku ‘Tuhan dalam Seangkir Kopi’ itu.

Haikal Hassan mengakui pernah transfer duit ke pemilik akun @opposite6891. Namun uang itu hanya untuk membantu keluarga Opposte, bukan untuk kejahatan.

“Utk kasus adanya transferan ke opposite, saya bantu utk kebutuhan primer keluarganya dijakarta. Dan ybs bukan org yg ada dlm daftar yg dikeluarkan polisi utk dicari,” kata Haikal melalui akun Twitternya, Sabtu (11/7).

“Kalau ada data itu (pelaku kejahatan), mustahil saya mau transfer, karena itu membantu sebuah kejahatan,” tambah Haikal.


Transfer uang Haikal Hasan ke Opposite pertama kali diungkap oleh hacker pemilik akun @xdigeeembok.


Ia menyebut Haikal pernah mentransfer uang sebesar Rp5 juta ke rekening Opposite.

“Pas Maret 2019, @haikal_hassan menyarankan Wahyu @opposite6891 kabur ke Belgia. Yaelah transfer 5 juta suruh primata ngumpet di Belgia. Pak @CCICPolri bisa dipanggil nih si Babe. Sedot HP-nya pak. Mau dia delete tetep aja bisa disedot,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pemilik akun @opposite6891 memiliki data ganda. Nama aslinya Wahyu Budi Laksono. Nama lainnya Irsan A Rauf.

“Sejarah nama Irsan A Rauf yg dipakai di identitas di Bali. Jadi gini Irsan A Rauf adalah nama yg orang baru meninggal. Dia tetangganya Wahyu Budi Laksono. Pas selesai pemakaman, Wahyu menghubungi pak RT mau ambil nama Irsan A Rauf sebagai identitasnya,” tulisnya.


“Dgn melobi pak RT, alasan Wahyu pakai identitas Irsan A Rauf yg sdh meninggal untuk identitas baru buat sekolah di Malaysia. Lalu Pak RT membuat “Irsan A Rauf” hidup lagi. Akhirnya diberikan surat pindah ke Bali. Di Bali KTP Irsan A Rauf hidup lagi,” pungkasnya.

(one/pojoksatu)

sumber: www.pojoksatu.id