Teddy Gusnaidi Yakin Haikal Hassan Kenal Baik Pembocor Data Denny Siregar

Minggu, 12 Juli 2020 - 12:12:11 - Dibaca: 1511 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi meyakini Ustaz Haikal Hassan kenal baik dengan pembocor data pribadi Denny Siregar, Wahyu Budi Laksono.


Menurut Teddy, Wahyu yang merupakan pemilik akun @opposite6891 tidak mungkin meminta uang kepada Haikal Hassan jika tidak saling kenal.

Sebaliknya, kata Teddy, Haikal Hassan juga tidak mungkin mentransfer uang kepada Wahyu jika tak mengenalnya dengan baik.


Hal itu dikatakan Teddy menanggapi cuitan Haikal Hassan yang mengaku pernah transfer uang kepada pemilik akun Opposite untuk membantu kebutuhan primer keluarganya.


“Bos ini bisa dianggap pengakuan sekaligus tuduhan. Pertama, anda secara tdk langsung mengakui bhw anda tahu siapa org dibalik akun opposite dan org dibalik akun opposite mengenal anda dengan baik, sehingga dia bisa meminta uang ke anda untuk kebutuhan keluarganya,” kata Teddy melalui akun Twitternya, Minggu (12/7/2020).

Sebelumnya, Haikal Hassan mengakui pernah mentransfer uang kepada hacker pembocor data Denny Siregar, @opposite6891.

Namun Haikal menegaskan bahwa uang itu hanya untuk membantu keluarga Opposite, bukan untuk melakukan kejahatan.

“Utk kasus adanya transferan ke opposite, saya bantu utk kebutuhan primer keluarganya dijakarta. Dan ybs bukan org yg ada dlm daftar yg dikeluarkan polisi utk dicari. Kalau ada data itu, mustahil saya mau transfer, karena itu membantu sebuah kejahatan,” tegas Haikal.


Haikal menegaskan bahwa dia tidak kenal dengan pemilik akun @opposite6891. Ia juga tidak pernah bertemu dengan pria bernama asli Wahyu Budi Laksono itu.

“Saya tidak pernah kenal, saya tidak pernah berjumpa. Tapi kalau umpamanya akun Oppossite itu punya rekening dan kemudian saya transfer duit, itu meski kita buktikan dulu,” kata Haikal dalam program acara Apa Kabar Indonesia di TvOne, Sabtu (11/7).

Tapi, kata Haikal, masalahnya bukan itu. Yang penting menurut Haikal adalah pemilik akun Opposite dibantu dalam rangka kejahatan atau bukan?

“Dia pernah berstatus penjahat yang dicari atau bukan? Kalau dia penjahat dan dicari lalu kita bantu, woh itu namanya kita jahat,” kata Haikal.

(one/pojoksatu)

sumber: www.pojoksatu.id