Hagia Shopia Dirubah Jadi Masjid, Paus Fransiskus Sedih dan Tertekan

Senin, 13 Juli 2020 - 12:09:07 - Dibaca: 1177 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

ISTANBUL– Paus Fransiskus mengaku sedih dan tertekan ketika mendengar status Hagia Shopia diubah menjadi Masjid oleh otoritas Turki. “Pikiranku pergi ke Istanbul. Saya sedang memikirkan Hagia Sophia. Saya sangat tertekan,” kata Paus.

Sementara itu, pemimpin Gereja Kristen Ortodoks Timur di Istanbul, Patriarki Bartholomew I, mengatakan bahwa pengubahan status Hagia Sophia menjadi masjid bisa memicu pertikaian antarpemeluk agama.

Hal yang sama dikatakan Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia, Patriarki Kirill. Ia meminta supaya status Hagia Sophia dikembalikan seperti semula supaya menjadi lokasi yang netral. Kirill mengatakan Hagia Sophia adalah tempat suci bagi penganut Kristen Ortodoks.

“Penduduk Rusia mayoritas pemeluk Kristen Ortodoks, maka dari itu apa yang terjadi dengan Hagia Sophia akan menyakiti penduduk Rusia,” kata Kirill, seperti dilansir Associated Press.

 

Sementara itu dari pihal Yunani. Pihak Yunani yang menyebut keputusan tersebut ‘provokasi terbuka bagi seluruh dunia beradab’. “Nasionalisme yang diperlihatkan oleh Presiden (Turki) (Recep Tayyip) Erdogan … membawa negaranya mundur enam abad,” cetus Menteri Kebudayaan Yunani, Lina Mendoni.

Pekan kemarin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah menjawab kritik dan kecaman dari pihak Kristen dunia atas kebijakan atas di ubahnya peninggalan Bizantium itu menjadi Masjid.

Erdogan menyebut keputusan Hagia Sophia menjadi masjid itu mewakili keinginan negaranya untuk menggunakan hak kedaulatan

“Mereka tidak mengambil langkah melawan islamofobia di negara mereka sendiri. Menyerang kehendak Turki untuk menggunakan hak-hak kedaulatannya,” kata Erdogan saat upacara yang ia hadiri melalui konferensi video.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) juga mengaku kecewa. AS pun mendesak akses yang sama bagi semua pengunjung. “Kami kecewa dengan keputusan pemerintah Turki untuk mengubah status Hagia Sophia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus seperti dilansir kantor berita AFP. (dal/fin).