Viral! Emak-emak Berdaster Nyolot Menolak Dicoklit KPU, Singgung Pemerintah Soal Bantuan

Jumat, 07 Agustus 2020 - 07:16:08 - Dibaca: 2044 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

GOWA - Raut wajah ibu ini tampak emosi. Dia yang menggunakan baju daster dan memegang selembar KK di tangan kanannya, marah ke petugas KPU Kabupaten Gowa.

Ibu ini berkali-kali menunjuk ke arah petugas KPU dengan nada suara tinggi menolak dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit). Sementara petugas itu tampak diam bagaikan terpaku di tempat duduknya itu.

Petugas tersebut pun tak bisa melawan. Apalagi memotong pembicaraan ibu yang sudah tersulut emosi. Dari mulutnya, terdengar kalimat yang sulit dibantah oleh petugas.


Emak-emak tersebut menolak dicoklit oleh petugas. Lantaran seluruh bantuan dari pemerintah, selama ini tak pernah dia rasakan.

Justru emak ini menganggap, pemerintah seakan-akan hanya membutuhkan rakyat saat ada kepentingan politik jelang Pilkada saja.

 

"Kalau pemerintah yang butuh, datang ke sini (rumah warga). Kalau masyarakatnya yang butuh, dia (pemerintah) cari saya?," tanya emak itu kepada petugas coklit di depannya.

"Semua tetangga saya dapat bantuan. Saya tidak ada. Hanya pemerintah yang mau hidup saja," sambungnya dalam bahasa daerah setempat.

Usai mengucapkan kata yang menyakitkan itu, emak-emak itu pun masuk ke rumahnya dengan rasa jengkel.

Sementara petugas coklit yang duduk tadi, batal mendata emak-emak itu. Seluruh berkas yang telah ia siapkan untuk mendata pun, dirapikan lalu disimpan baik-baik.
Perlahan para petugas ini pun pulang meninggalkan rumah emak-emak yang marah tersebut. Peristiwa ini pun viral di media sosial.

 


Saat dikonfirmasi terpisah, Ketua KPU Gowa, Muhtar Muis membenarkan adanya warga yang menolak dicoklit, karena merasa tak adil soal penyaluran bantuan dari pemerintah.

Uthe, sapaan akrabnya, menyebutkan kejadian itu diduga terjadi di sekitar wilayah Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya.

"Sudah lama (kejadiannya). Sekitar awal-awal coklit di pertengahan bulan Juli 2020 kemarin," jelasnya, Kamis (6/8/2020).

 

Data emak-emak itu yang hendak dicocokkan dan penelitian oleh dua petugas KPU tadi, lanjut Uthe, kini diserahkan ke bagian pendataan.

"Ini yang kurang diketahui endingnya. Belum masuk laporannya ke saya. Mungkin ke divisi data," jelas dia. (Ishak/fajar)

sumber: www.fajar.co.id