Kader PDIP Serang SBY, Demokrat: Berkat Warisan Ekonomi SBY, Jokowi Punya Uang Lanjutkan Pembangunan

Jumat, 07 Agustus 2020 - 14:37:22 - Dibaca: 25589 kali

Google Plus Stumbleupon


Ossy Dermawan dan Hendrawan Supratikno
Ossy Dermawan dan Hendrawan Supratikno / Jambi Ekspres Online

JAKARTA-- Politikus PDIP Hendrawan Supratikno menyebut pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan kondisi ekonomi yang tidak dapat diakselerasi secara maksimal.

Pernyataan anak buah Megawati Soekarnoputri itu langsung ditanggapi kader Demokrat. Kepala Bakomstra Partai Demokrat, Ossy Dermawan mengatakan kondisi ekonomi jauh justru jauh lebih baik di zaman SBY.


"Pertumbuhan ekonomi: SBY 10 tahun : 6%, Jokowi Sebelum Corona : 5%, Jokowi Setelah Corona : -5%. Jadi siapa yg kurang wawasan? Kita semua ingin negara segera bisa keluar dari krisis ini. Tapi, hormati pula fakta & data yang ada," tulisnya di akun Twitternya, Jumat (7/8/2020).

Tak sampai di situ, staf pribadi SBY ini mengungkapkan hasil kinerja SBY selama 10 tahun di bidang ekonomi. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga rasio utang.

 

"Apapun tanggapannya, tdk bisa menafikkan fakta bhw 10 th SBY:Pertumb ekonomi 6%, Kemiskinan turun, Pengangguran turun, Rasio Utang turun, Cadev (cadangan devisa) naik. Karena warisan ekonomi yg baik inilah maka pem Jkw punya uang utk bekerja lanjutkan pembangunan," jelasnya.

"Ada yg terlewat, krn dianggap SBY tdk pernah bangun infrastruktur, saya sampaikan bhw pemb infrastruktur berjalan slm 10 th. Bahkan infrastruktur TNI dibangun melalui modernisasi Alutsista scr masif. Jgn sampai dianggap semua yg ada skrg ini hanya dibangun oleh pem skrg," lanjutnya.
Sebelumnya, politikus PDIP Hendrawan Supratikno bicara soal pernyataan Waketum PD Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang menyebut ekonomi Indonesia meroket saat SBY menjadi presiden. Hendrawan menyebut pemerintahan SBY meninggalkan banyak proyek yang mangkrak.


"SBY meninggalkan ekonomi yang stabil, datar, namun tidak cukup untuk digenjot, diakselerasi, karena kendala infrastruktur yang sangat tertinggal. Banyak proyek yang mangkrak. Bayangkan, arus mudik-balik Lebaran saja baru terurai di era Jokowi (Presiden Joko Widodo)," kata Hendrawan. (msn/fajar)

sumber: www.fajar.co.id