Dosen FST UNJA Memperkenalkan Ecoprint di SMP N 10 dan MTS N 6 Muaro Jambi

Jumat, 07 Agustus 2020 - 19:59:46 - Dibaca: 476 kali

Google Plus Stumbleupon


2. Foto bersama pihak sekolah dan madrasah
2. Foto bersama pihak sekolah dan madrasah / Jambi Ekspres Online

MUAROJAMBI-Dalam rangka meningkatkan keterampilan siswa di sekolah, maka dosen Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi yang tergabung dalam kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat memberikan pelatihan kepada siswa SMP N 10 dan MTs N 6 Muaro Jambi.

Pelatihan yang diberikan sesuai dengan mata pelajaran yang terdapat dikedua sekolah tersebut yaitu mata pelajaran seni budaya dalam tema teknik membatik, sehingga mata pelajaran lebih bervariasi.

Melalui keanekaragaman keterampilan yang dimiliki diharapkan menjadi modal menjadi entrepreneur. Kegiatan dilaksanakan terpisah di SMP N 10 dan MTS N 6 Muaro Jambi.

Kepada SMPN 10 Muaro Jambi, Yohanes Ruing, S.Pd dan Kepala MTsN 6 Muaro Jambi, Jurmalis, S.Pd mengapresiasi kegiatan ini dan akan sangat bermanfaat bagi pengembangan mata pelajaran seni budaya serta peningkatan keterampilan siswa.

Begitu pula dengan Guru seni budaya SMP N 10 Muaro Jambi  dan MTsN 6 Muaro Jambi sangat antusias terhadap kegiatan pelatihan ini. “Sebelumnya belum pernah mengenal batik dengan teknik ecoprint,” pungkasnya.

Pelatihan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat ini  dilaksanakan oleh tim dosen yaitu Dr. Madyawati Latief, S.P, M.Si sebagai ketua dan beberapa dosen sebagai anggota yaitu Nindita Clourisa Amaris Susanto, S.Si, M.Sc, Ratih Dyah Puspitasari, S.Si, M.Si, Restina Bemis, S.Si, M.Si dan Heriyanti, S.T, M.Sc, M.Eng.

Dr. Madyawati Latief, S.P, M.Si menyampaikan bahwa pelatihan diberikan kepada siswa tingkat menengah dan sederajat sebagai generasi yang perlu dipersiapakan dalam mendukung program pemerintah dalam mencetak entrepreneurship sejak dini.

Secara teknis, Nindita menjelaskan bahwa teknik ecoprint ini merupakan teknik untuk menghias kain menggunakan motif dan warna dari daun atau bunga. Teknik ini menghasilkan batik yang ramah lingkungan, karena pewarnaan dan motif menggunakan bahan alam.

Agar hasil batik ecoprint ini menarik maka dibutuhkan kreativitas siswa dalam menentukan pola penataan dari daun atau bunga.

“Terdapat beberapa metode untuk menghasilkan batik ecoprint salah satunya pounding, untuk pemula metode tersebut cukup mudah untuk dipraktekkan, begitu juga pada pemilihan jenis kain yang digunakan lebih baik yang mengandung serat alam,” tuturnya.

Kedua sekolah berharap kegiatan pelatihan yang digagas oleh tim Pengabdian Kepada Masyarakat dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. (azz)