Siswa SMKN 8 Sarolangun Ciptakan Motif Batik Pekakai Ghimbo

Selasa, 11 Agustus 2020 - 10:01:16 - Dibaca: 3028 kali

Google Plus Stumbleupon


Siswa SMKN 8 Sarolangun saat membuat motif batik Pekakai Ghimbo
Siswa SMKN 8 Sarolangun saat membuat motif batik Pekakai Ghimbo / Jambi Ekspres Online

IDE kreatif berhasil ditorehkan siswa dan siswi SMKN 8 Sarolangun, dengan menciptakan motif batik Pekakai Ghimbo. Susi Srilawati S.Sn selaku Guru Seni Budaya dan Pembimbing Bengkel Batik di SMKN 8 Sarolangun menjelaskan bahwa motif batik Pekakai Ghimbo diciptakan berdasarkan inspirasi dari Suku Anak Dalam (SAD) Bukit Suban Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun.

 2_26

Motif batik Pekakai Ghimbo yang bermula dari pengamatan alam dan peralatan yang digunakan SAD Bukit Suban

3_18

Siswa merendam motif batik Pekakai Ghimbo

4_11

Foto bersama Kepsek (atas lima dari kiri), guru dan siswa SMKN 8 Sarolangun

5_9

Guru mengenakan batik Pekakai Ghimbo

6_12

Hasil batik Pekakai Ghimbo yang diciptakan oleh siswa

“Bermula dari pengamatan terhadap alam dan peralatan yang biasa digunakan SAD dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian munculah stimulus untuk mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang dipadukan dalam komposisi yang harmonis dengan mempertimbangkan aspek, kesatuan, keselarasan,dan keseimbangan terbentuklah suatu komposisi dinamis,” kata Susi Srilawati kemarin (10/8).

 

Dikatakannya, pengamatan terhadap isi dalam menimbulkan imajinasi, ide atau gagasan yang membuat tertarik untuk mewujudkan dalam bentuk karya seni batik. Di dalam motif ini terdapat beberapa peralatan dan isi alam SAD yakni, Ambung, yang biasa digunakan SAD untuk memebawa barang dan buah, berikutnya Kalung Sebelik Sumpah, yang biasa digunakan sebagai kalung atau gelang SAD yang dirangkai dari biji-bijian yang mirip sawo kecik/sirsak, Gelang/Kalung Sebelik Sumpah dipercaya orang rimba/SAD untuk selamat dari ancaman penyumpahan yang buruk.

“Lalu Kantong Semar, merupakan flora yang banyak tumbuh di dalam hutan Bukit Duabelas Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam yang merupakan salah satu obat herbal SAD dan Daun Pakis yang tumbuh di pohon sawit,” terangnya.

Teknik pengerjaan merupakan cara dalam mengerjakan suatu karya dengan dilandasi keterampilan yang baik, maka karya akan memiliki keunggulan hasil dapat menggunakan daya tarik seseorang terhadap karya seni.

 

“Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diciptakan karya dengan menekankan pada teknik batik yakni teknik cap dengan menggunakan malam (lilin, red) sebagai perintang warna, adapun bahan pewarnaannya menggunakan Indigosol dan Naphtol,” urainya.

 

Sementara, Kepsek SMKN 8 Sarolangun, Irawan SPd mengapresiasi langkah positif yang dilakukan siswa didiknya. Dengan membuat batik khas ini diharapkan dapat mempertahankan kreatifitas khas masyarakat Jambi khususnya Kabupaten Sarolangun.

“Karena kan motifnya berasal dari insiprasi SAD Bukit Suban. Semoga hasil batik kami dapat dikenal masyarakat Jambi,” tandasnya.(adv)