Guntur, Putra Kerinci Jadi Narasumber webinar ITS

Rabu, 12 Agustus 2020 - 08:45:36 - Dibaca: 1822 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Indonesia Tourism Support (ITS) menyelenggarakan webinar dengan tema “Isu Isu Strategis dalam Pengembangan Poduk Pariwisata Minat Khusus”, pada hari Rabu, 12 Agustus 2020, pukul 14.00 -16.00 Wib mendatang.

Terkait dengan hal itu, Guntur, yang merupakan Praktisi Pariwisata Guide Senior Jambi, akan menjadi salah satu narsum (narasumber)/pembicara pada acara diwebinar tersebut.

Adapun penyelenggaraan dalam bentuk webinar ini agar nantinyadapat dijadikan masukan dalam menyusun Strategi Pengembangan Pariwisata Minat Khusus.

Seperti diketahui, dalam kegiatan webinar ini selain Guntur Meydan (Founder Desa Wisata Sempur, Kerinci), juga akan menghadirkan pembiacara DR. Frans Teguh, MA (Plt Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan & Konservasi Kemenpar RI, Budi Setiawan (Founder Belitung Wildlife Adventure), Josie Salumeti (Pebisnis cerutu impor dan lokal, Cigar Roller, Wisata Cerutu) dengan moderator Priadi Wibisono (Co Founder ITS) dan juga Andi Indra Mataram (observer of tourism).

Sementara itu, dalam keterangan tertulis yang disampaikan oleh Thamrin Bachri, senior advisor Indonesia Tourism Support yang juga mantan DirJen Pemasaran Pariwisata Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kemenpar RI Periode 2003-2008 ini sampaikan bahwa di tengah pariwisata yang berkualitas (quality tourism) menjadi tren dunia, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggeser pendekatan pengembangan pariwisatanya yang mengejar kuantitas (quantity tourism) menjadi pariwisata yang berkualitas (quality tourism).

“Pendekatan pengembangan pariwisata ini akan berdampak positif bagi masa depan pariwisata Indonesia, karena pariwisata yang berkualitas akan memberikan prestasi langsung terhadap upaya-upaya pengembangan yang berkelanjutan Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan budaya serta memiliki potensi untuk meningkatkan keanekaragam produk wisatanya yang salah satunya adalah pariwisata minat khusus (Special Interest Tourism) atau sering disebut “niche tourism” karena wisatawannya mempunyai minat khusus sehingga mencari atraksi-atrasi wisata yang dapat memenuhi permintaannya, seperti misalnya wisata gua, wisata religi, wisata ke pedesaan, wisata kuliner, wisata sungai, wisata petualangan dan banyak lagi” ujar Thamrin Bachri.

Menurut Thamrin, Pariwisata minat khusus sifatnya lebih fleksibel, layanannya lebih personal dan memberikan lebih banyak pengetahuan, pendidikan, dan informasi. wisatawan minat khusus ini biasanya berwisata dalam kelompok kecil, sifat permintaanya lebih inelastis, lama tinggal relatif lebih lama, dan banyak yang menjadi repeaters, serta mereka lebih peduli dan sensitif terhadap lingkungan dalam arti Luas.

Guntur Meydan, Founder Desa Wisata Lempur, Kerinci, mengatakan bahwa pendekatan Pengembangan Parwisata jenis ini akan berdampak positif bagi Masa Depan Pariwisata Indonesia, Karena Parwisata Berkualitas akan memberikan Jaminan terhadap Pelestarian Alam, budaya serta sebaran ekonomi kepada Masyarakat.

Melihat bahwa Provinsi Jambi dan khusus nya Kerinci Memiliki Aset besar, untuk Jenis Parwisata Minat Khusus berbasis alam maupun budaya. Tidak dipungkiri, secara alamiah bahwa umumnya turis yang datang ke Kerinci selama puluhan tahun pada intinya mereka adalah Wisatawan Minat Khusus terutama Pendakian Gunung Kerinci, jelajah Hutan serta pengamatan Burung.

"Ini merupakan signal bahwa masih banyak Potensi lainnya seperti Wisata Budaya dipedesaan, Goa, arung Sungai , bahkan Agrowisata nya yg bisa dikemas menjadi Produk Wisata Minat khusus," ungkapnya.

Namun disadari bahwa untuk pengembangan nya tidak mudah, tentu butuh dukungan Aksesibilitas, amenitas serta Sumberdaya Manusia Parwisata agar berdaya saing sehingga Markettable.

Tantangan lain kedepan adalah Penebangan Liar, tambang serta perburuan satwa yang membuat menurunnya fungsi hutan dan keberlanjutan Ekosistem nya. "ini harus menjadi Komitmen Bersama, jika tidak maka harapan menjadi Champion nya Ekowisata hanya Angan - angan saja," tegasnya.(adi)