Kronologi Mumtaz Rais Ribut dengan Wakil Ketua KPK di Pesawat Hingga Berujung ke Polisi

Jumat, 14 Agustus 2020 - 11:26:39 - Dibaca: 530 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Putra bungsu politikus senior Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais ribut dengan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pamolango.

 

Peristiwa tersebut terjadi di dalam pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 643 rute Gorontalo – Makassar – Jakarta pada Rabu (13/8) kemarin.

Kronologi keributan bermula saat proses boarding di bandara Gorontalo. Saat itu Mumtaz Rais didapati sedang asyik menelepon di dalam cabin pesawat.

 

Sesampainya di stasiun Sultan Hasanuddin Makkassar, saat proses boarding sedang berlangsung, Mumtaz Rais yang duduk di kursi 06A masih asyik menelpon, dan bahkan semakin keras.

 

Anggota DPR itu kemudian ditegur oleh 2 petugas kabin, namun diabaikan. Pada saat diperingatkan ketiga kalinya, Mumtaz malah membentak petugas.

Nawawi yang duduk di sebelahnya berusaha mengingatkan Mumtaz agar mematuhi peraturan dan tak memarahi petugas. Namun Mumtaz malah memarahi Nawawi juga dan menantangnya.

Rekan Mumtaz, Khaerul Salehu Pangeran yang duduk di belakangnya berusaha menengahi perselisihan tersebut.

Khaerul meminta maaf kepada Nawawi. Hingga akhirnya insiden itu dianggap selesai dan disaksikan petugas kabin.

Namun saat mendarat di terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Nawawi mendatangi Kapospol untuk melaporkan Mumtaz Rais.

 

Anak Amien Rais, Mumtaz Rais dilaporkan ke polisi

Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra membenarkan kejadian tersebut. Namun, dia memastikan belum ada laporan polisi dalam kasus tersebut.

“Kemarin beliau (Nawawi) singgah di Polsubsektor memberitahu prihal itu, mungkin karena beliau hari sudah malam, baru turun dari pesawat, beliau pamitan terlebih dahulu sampai nanti bagaimana perkembangannya beliau akan menyampaikan lebih lanjut,” kata Adi saat dihubungi, Jumat (14/8).

Adi memastikan, apabila ada laporan polisi terkait peristiwa tersebut, jajarannya akan menindaklanjutinya sesuai hukum yang berlaku.

“Nanti kalau ada kabar perkembangan tindak lanjut bagaimana kita kabar, tapi sementara kami menindaklanjuti ya,” jelasnya.

(jawapos/pojoksatu)

sumber: www.pojoksatu.id