Mahalnya Biaya Pakan, Politeknik Jambi Bantu Petani Ikan

Jumat, 14 Agustus 2020 - 20:18:36 - Dibaca: 1214 kali

Google Plus Stumbleupon


Bantuan alat pembuat pakan ikan dari Politeknik Jambi ini sangatlah bermanfaat bagi petani ikan nila di desa Sungai Duren
Bantuan alat pembuat pakan ikan dari Politeknik Jambi ini sangatlah bermanfaat bagi petani ikan nila di desa Sungai Duren / Jambi Ekspres Online

JAMBI – Politeknik Jambi pada tahun 2020 ini kembali mendapatkan dana pengabdian kepada masyarakat. Kali ini melalui program yang didanai oleh Kementrian Riset dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (KEMENRISTEK/BRIN) menyasar suatu permasalahan masyarakat tepatnya di desa Sungai Duren, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi pada sektor perikanan air tawar berbasis tambak.  

Foto bersama disela sela kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Sungai Duren.

Sebagai salah satu sentra penghasil ikan air tawar di provinsi Jambi, masyarakat Desa Sungai Duren mayoritas berprofesi sebagai peternak ikan air tawar, khususnya ikan jenis Nila. Hampir 100% pakan yang digunakan selama ini berasal dari pakan jadi yang dibeli dari toko / distributor pakan yang jika di rupiahkan harga per 10 kg nya lebih kurang bisa mencapai Rp 300.000 rupiah. Biaya pakan untuk ternak ikan Nila selama 4 bulan terhitung sejak penebaran bibit ikan hingga siap panen dapat mencapai 90 juta untuk 10 kolam tambak. Sementara, jika yang dihasilkan hanya 4 ton dan asumsi harga per kilogram adalah Rp 27.000, maka penghasilan diluar biaya bibit hanya mencapai Rp 18 jt saja, ujar Taufik salah satu mitra dan pemilik tambak di desa Sungai Duren. Tidak jarang masyarakat melakukan penghematan biaya pakan dengan memilih jenis pakan yang lebih murah namun dengan konsekuensi memiliki kadar protein lebih rendah. 

Pembuatan pakan ikan ini difokuskan dengan memanfaatkan sumber daya sekitar yang murah dan mudah untuk diperoleh. Tujuannya adalah menjaga keberlangsungan usaha pembuatan pakan dan menekan biaya modal. Sebagai sumber utama protein untuk pakan ikan ini, kita memilih ikan mati yang tak layak konsumsi manusia dimana dapat diperoleh dari tambak-tambak masyarakat sekitar. Bahan campuran dapat digunakan dedak, tepung tapioka, dan bahan lain dapat diperoleh dari toko-toko sekitar dengan harga yang relatif murah, mulai dari Rp 3.500/kg. 

Program PKM ini sendiri dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Jambi yang terdiri dari Yudhi Agussationo, M.Eng dan Sepdian, S.T., M.T yang merupakan dosen Program Studi Teknik Listrik, dan Maizal Isnen, S.Si., PG.Cert dosen Teknik Elektronika serta beberapa mahasiswa yang ikut membantu proses pelaksanaan PKM. 

Maizal Isnen, S.Si., PG.Cert dosen Teknik Elektronika Politeknik Jambi mengatakan
kegiatan PKM ini masih berlanjut dengan kegiatan monitoring dan pendampingan, sampai di peroleh suatu produk pakan yang layak dan dapat dipasarkan ke masyarakat sekitar.

"Hasil akhir yang kami harapkan adalah menurunnya alokasi biaya pakan para peternak ikan Nila disini (desa Sungai Duren, red) dan meningkatnya massa ikan yang lebih baik dari pada pemberian pakan pabrikan. Sehingga taraf hidup masyarakat petani ikan Nila di Sungai Duren semakin meningkat," tutur Maizal Isnen, S.Si., PG.Cert. (hai/*)