PKM Politeknik Jambi Wujudkan Asa di Tengah Pandemik

Rabu, 19 Agustus 2020 - 20:46:11 - Dibaca: 1635 kali

Google Plus Stumbleupon


Foto bersama di sela sela rangkaian kegiatan PKM Politeknik Jambi di Kelurahan Bagan Pete
Foto bersama di sela sela rangkaian kegiatan PKM Politeknik Jambi di Kelurahan Bagan Pete / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Pandemik Covid-19 yang melanda seluruh dunia cukup membuat pelaku usaha kuwalahan. Pasalnya, banyak biaya yang harus dikeluarkan guna memberikan pelayanan ekstra, tak ubahnya seperti keadaan normal sebelumnya. Omset menurun, karyawan yang terpaksa dikurangi jumlahnya atau upah dipotong, hingga bahan pasokan yang tidak stabil menghantui pelaku usaha dalam keadaan yang serba tak pasti ini. Namun, di tengah pandemik Covid-19 yang juga melanda Kota Jambi ini, masih ada secercah harapan bagi salah satu pelaku usaha, harapan itu ada melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Jambi.

Pelatihan pengemasan produk

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Jambi yang diketuai oleh Novarini, M.T. ini mengangkat tema pengolahan kerupuk ikan dengan menggunakan alat airfryer sebagai penggoreng dan maksimalisasi penjualan melalui media sosial. Tujuan dilakukannya PkM ini adalah untuk memberikan solusi atas masalah yang dihadapi mitra, yakni tingginya biaya produksi, lemahnya branding, dan tidak optimalnya penjualan.

Pelatihan pengoperasian alat Airfryer

Novarini, M.T. mengatakan, mitra usaha yang dibantu merupakan ibu rumah tangga yang sehari-harinya berjualan pempek dan kerupuk, yakni Bu Yesi. Dengan terselenggaranya kegiatan PKM ini, usaha Bu Yesi melakukan ekspansi usaha dengan menjual kerupuk pun terbantu. Hasilnya pun cukup memuaskan.

"Kerupuk yang dihasilkan dari penggunaan Airfryer ini aman dikonsumsi karena tidak menggunakan minyak goreng, lebih garing, renyah, dan bersih. Karena tidak menggunakan minyak goreng dalam pembuatannya maka tidak ada limbah yang dihasilkan, seperti dalam pembuatan kerupuk pada umumnya. Lingkungan pun menjadi terjaga", tutur Novarini, M.T.

Kegiatan PKM ini berlangsung sejak Bulan Februari 2020 di Kelurahan Bagan Pete. Diawali dengan melakukan survei mitra dan dilanjutkan dengan pembuatan alat penggoreng berupa airfryer pada Bulan Juni hingga 7 Agustus 2020. Penyuluhan dan praktik menggunakan airfyer dilakukan pada 7 dan 19 Agustus 2020 dengan terus-menerus dilakukan pendampingan untuk mengetahui kendala saat penggunaan alat. Penyuluhan ini menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, physical distancing, dan sebagian kegiatan dilakukan secara daring guna menghindari kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Dalam kegiatan tersebut, Novarini, M.T., mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari pandemi Covid-19 dan tetap melakukan kreativitas di bidang apapun.

“Covid-19 tidak semestinya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berkreasi. Masyarakat dapat berkunjung ke perguruan tinggi untuk mendapatkan solusi dari bisnis yang digeluti, kami Politeknik Jambi sangat senang berbagi dan menjadi bagian dari kesuksesan masyarakat.”, ujarnya disela-sela kegiatan.

Selain penyuluhan dan praktek alat AAirfryer, kegiatan lain juga dilakukan yakni pembuatan desain label dan pengurusan izin edar atau P-IRT. Dengan memiliki label dan P-IRT, kerupuk yang diberi nama Kerupuk Tiara Jambee ini dapat dikenal lebih baik di kalangan masyarakat serta turut membantu dalam melindungi konsumen. Kemudian, pada tanggal 13 Agustus 2020 telah dilakukan penyuluhan dan praktik pengemasan kepada masyarakat secara daring setelah sebelumnya penyuluhan dilakukan secara langsung kepada Bu Yesi. Keesokan harinya kegiatan penyuluhan dan pemasaran secara daring dilakukan kepada mitra dengan fokus pemasaran menggunakan media sosial Instagram dan situs e-commerce Shopee dengan pemateri anggota 2 Kegiatan PKM ini yaitu Ir. Hilda Porawati, M.T.

"Dengan dilakukannya serangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro yang ada di Kota Jambi untuk mewujudkan asa di tengah pandemik. PKM ini didanai oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional Indonesia melalui Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat", pungkas Novarini, M.T.
(hai/*)