Kapal Membawa Kelapa Tenggelam di Perairan Timur Jambi

Sabtu, 22 Agustus 2020 - 19:19:08 - Dibaca: 2001 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KUALA TUNGKAL - Polres Tanjung Jabung Barat bersama team basarnas melakukan evakuasi terhadap Kapal KM Hikmah Jaya 34 yang bermuatan kelapa sekitar 20 ton dan mengalami karam di Perairan Kuala Kerang, Perbatasan Jambi Riau.

Kapolres Tanjabbar AKBP Guntur Saputro menyampaikan, kronologi kejadian terjadi pada hari sabtu sekira pukul 09.00 wib kapal KM. HIKMA JAYA mengalami kejadian kecelakaan air di kuala kerang dengan titik kordinat 0•42.165'S/103•30.351'E Kapal melaju dengan kecepatan 7 not tiba tiba kapal mengalami kandas.

"Muatan kapal berjumlah 20 ton berisikan kelapa dengan tujuan penambahan muatan sebanyak 30 ton di sungai asam," ujar Kapolres dikonfirmasi, Sabtu (22/8) malam.

Kemudian, Sekira Pukul 16.10 wib Tim dari pol airud bersama tim Basarnas melakukan evakuasi terhadap Capt dan ABK. Selanjutnya Bangkai kapal di evakuasi menggunakan kapal Setara Makmur.

"Tidak ada korban dalam kejadian ini dan Sekira Pukul 17.00 Tim selesai melaksanakan evakuasi dan selanjutnya kembali ke kuala tungkal dengan membawa korban," Demikian kata Kapolres.

Nahkoda Kapal KM Hikmah Jaya 34, Rahman mengatakan saat itu kapal yang nahkodai dirinya menabrak sesuatu. Namun, dirinya tidak mengetahui apa yang ditabraknya tersebut.

"Kalau kedalaman lumpur masih sekitar 10 meter tapi kita kaya nabarak karang gitu, tak sampai 3 menit air sudah naik semua pas sekitar 30 menitan sudah tengelam,"katanya, Sabtu (22/8)

Mirisnya lagi kata dia, di saat kapal sudah tengelam dan nyaris terguling sejumlah pompong jaring yang melintas bukannya menolong nya melainkan mengambil sejumlah barang barang nya seperti kelapa, piring dan jerigen.

"Kita ke atas tenda dan kapal sudah mulai miring, waktu itu ada pompong yang datang bukan nolong tapi ambil jerigen kita, piring dan lainnya,"ujarnya

Dia menegaskan saat kondisi semakin kritis satu Pompong jaring baru datang dan itu menjadi penyelamat. Tidak lama setelah itu, baru datang tim Basarnas bersama Pol Airud Polres Tanjabar.

"Sudah pasrah kita, tapi Alhamdulillah, datang Pompong yang nolong kita sama Basarnas dan Polisi,"ungkapnya.

Tidak hanya itu, dia juga menceritakan jika kapalnya tersebut kapasitas muatannya mencapai 80 ton. Saat itu kapalnya hanya bermuatan 20 ton.

"Kalau keberatan muatan sih enggak, masih jauh lah,"ucapnya.

Ia mengaku berangkat dari Mendahara menuju ke tujuan nya itu sekitar pukul 09.00 wib. Saat itu sebelum berangkat dilakukan pembuatan kapal.

"Saya nahkoda nya, Rahman (21) nahkoda, Rendi (21) ABK, Rusdi (27) ABK,Acok (20),"tandasnya.(Sun)