STMIK Nurdin Hamzah Hibahkan Alat Pengaduk Dodol Nanas

Selasa, 25 Agustus 2020 - 16:13:41 - Dibaca: 300 kali

Google Plus Stumbleupon


TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen STMIK Nurdin Hamzah dan Dosen Politeknik Jambi, pada saat serah terima alat pengaduk dodol kepada home industry Masagena di Desa Tangkit Lama, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
TIM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen STMIK Nurdin Hamzah dan Dosen Politeknik Jambi, pada saat serah terima alat pengaduk dodol kepada home industry Masagena di Desa Tangkit Lama, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. / Jambi Ekspres Online

JAMBI- STMIK Nurdin Hamzah, salah satu Pendidikan Tinggi Ilmu Komputer di Jambi, selalu konsisten terhadap implementasi teknologi informasi. Disamping menjalankan Tri Dharma Perguruan tinggi baik Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Di tahun 2020, STMIK Nurdin Hamzah mendapatkan hibah pengabdian kepada masyarakat atau disebut juga Program Kemitraan Masyarakat (PKM). 

C4BE6792-0717-42EC-8ECF-7DF9B67410AF

TIM PKM Dosen STMIK Nurdin Hamzah dan Dosen Politeknik Jambi, foto bersama usai melaksanakan pelatihan penggunaan alat pengaduk dodol nanas pada home industry Masagena di Desa Tangkit Lama Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Program kemitraan masyarakat ini, merupakan kolaborasi antar Perguruan Tinggi, yaitu STMIK Nurdin Hamzah dan Politeknik Jambi. Program ini, dilakukan dengan pelaku usaha atau masyarakat pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang berada di Desa Tangkit Lama, Kec Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi.
Program kemitraan ini, didukung oleh Kementrian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Republik Indonesia tahun 2020. Menurut Dr Faiza Rini, S.Kom. ,M.Kom, yang juga sebagai ketua pengusul PKM, menyatakan bahwa kegiatan hibah ini bergerak dibidang pangan dan pertanian. Kegiatan ini, tidak hanya semata kegiatan hibah saja. Akan tetapi, juga kegiatan pendampingan kepada masyarakat pelaku usaha atau UMKM, salah satunya, Pelaku Usaha Dodol Nanas Masagena, yang berada di Desa Tangkit Lama, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
"Setiap hari para petani nanas di Desa Tangkit Lama, bisa memanen buah nanas rata-rata 150 buah/harinya, kecuali sebelum lebaran Idul Fitri, yang bisa mencapai dua atau tiga kali lipat dari sebelumnya," tambah Zainal.
Hal Ini, menurut Zainal, menjadi permasalahan tersendiri, karena jumlah hasil panen yang berlipat tidak dapat tertampung lagi di pasaran. Sebagai solusi, diakuinya, buah yang terlalu masak atau matang, diolah menjadi produk olahan nanas, diantaranya adalah dodol nanas.
"Sebelum mendapat bantuan hibah alat pengaduk dodol nanas. Para pelaku usaha di Desa Tangkit Lama, masih menggunakan cara tradisional, baik dalam mengaduk dodol, maupun dalam memasarkan. Dan hanya dapat memproduksi dalam jumlah yang sedikit. Produksi dodol ini pun, hanya dilakukan jika ada pesanan saja, baik dari tetangga atau dari masyarakat sekitar," Ujarnya.
Dengan menggunakan inovasi alat dan Teknologi Informasi, yang dihasilkan oleh TIM PKM STMIK Nurdin Hamzah dan Politeknik Jambi. Para pelaku usaha Dodol Masagena di Desa Tangkit Lama, cukup tertarik dengan alat tersebut.
Dikatakan Ir. Hilda Porawati, M.T sebagai anggota II TIM PKM, alat tersebut merupakan alat yang tidak membutuhkan watt yang besar dan hanya menggunakan kompor gas, yang mampu menekan biaya produksi. Walaupun pelaku usaha masih menggunakan kayu bakar dalam memproduksi olahan dodol nanas, akan tetapi dengan menggunakan kompor gas, pelaku usaha setidaknya mampu mengupgrade dari alat yang digunakan sebelumnya. Namun dengan menggunakan kompos gas, mampu memberikan panas yang stabil, sehingga hasil olahan dan waktu lebih efisien.
"Setelah dilakukan uji coba terhadap alat, dalam hal mengaduk dodol, maka alat ini mampu memberikan hasil yang lebih baik, antara lain hasil produksi meningkat dua kali lipat dari sebelumnya, artinya biasanya pelaku usaha hanya memproduksi dodol 25 Kg satu hari, dengan menggunakan alat ini bisa memproduksi sampai 50 Kg. Disamping itu, penggunaan kompor gas sangat hemat, yakni hanya 2 kg gas untuk 45 Kg nanas," Jelasnya.
Disamping alat yang diberikan, ditambahkan Novri Adhiatma, S.Kom., M.Kom sebagai anggota I Tim PKM. TIM PKM STMIK Nurdin Hamzah juga memberikan solusi dalam penjualan dan pemasaran, yaitu melalui Aplikasi E-commerce bagi pelaku usaha Dodol Nanas Masagena.
"Dengan penggunaan E-commerce maka penjualan dan pemasaran dodol nanas dapat meningkat," tuturnya.
Dengan adanya alat dan teknologi ini, diharapkannya, dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Tangkit Lama. Selanjutnya, TIM PKM STMIK Nurdin Hamzah akan melakukan pendampingan penggunaan Teknologi informasi dalam implementasi e-commerce. Disamping izin usahanya sudah diurus, maka TIM PKM akan membantu pelaku usaha untuk pendaftaran P-IRT, serta bagaimana melakukan inovasi pengemasan dodol nanas. Dengan Program Kemitraan Masyarakat ini, diharapkan kepada pelaku usaha Dodol Nanas Masagena, untuk terus meningkatkan usahanya. Dan kegiatan ini, juga dapat memotivasi UMKM lainnya. Untuk meningkatkan usahanya, sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.(adv)