Lukman Hakim: Mari Tunggu Jokowi Umumkan Keputusannya Atas Desakan Penundaan Pilkada

Selasa, 22 September 2020 - 12:06:36 - Dibaca: 364 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan tidak akan menunda Pilkada Serentak 2020.

Namun, pengumuman itu bukan disampaikan langsung oleh Jokowi, melainkan Jurubicara Kepresidenan, Fadroel Rachman.

Menanggapi pernyataan Fadroel, anggota Komisi III DPR RI Luqman Hakim tak mempercayai pernyataan kepanjangan lidah Presiden itu.



Demikian disampaikan Luqman Hakim lewat keterangan tertulisnya, Selasa (22/9/2020).

“Saya tidak percaya apa yang disampaikan Jubir Fadroel sebagai respon penolakan resmi Presiden Jokowi atas saran dan pemintaan penundaan pilkada yang disampaikan PBNU, Muhammadiyah, Perludem dan elemen masyarakat lainnya,” ungkap dia.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal mendengarkan aspirasi dari sejumlah tokoh yang menyatakan penundaan pilkada.



Sebaliknya, ia menyebut Presiden tidak mungkin melakukan penolakan penundaan.

“Presiden pasti mendengarkan dan mempertimbangkan dengan serius saran dan masukan penundaan pilkada yang disampaikan kedua ormas Islam terbesar dan elemen masyarakat lain di tanah air,”

“Mustahil rasanya Presiden begitu reaksioner mengambil putusan penolakan,” katanya.

Terlebih, sambungnya, alasan penundaan pilkada itu didasarkan pada pertimbangan untuk melindungi nyawa rakyat dari pandemi Covid-19 yang makin meluas.

Anak buah Muhaimin Iskandar ini juga menilai, pengumuman ditunda atau tidaknya pelaksanaan pilkada merupakan hal penting.

Karena itu, tidak sepatutnya hal tersebut diumumkan oleh seorang jurubicara.

“Untuk hal sepenting itu, juga dengan memandang pihak yang memberi saran dan masukan (NU dan Muhammadiyah), saya yakin Presiden Jokowi akan secara langsung mengumumkan respon dan keputusannya, tanpa melalui jurubicara presiden maupun kementerian terkait,” bebernya.

Politisi asal Jawa Tengah ini meyakini, Presiden Jokowi akan menjunjung tinggi sopan santun.

Seharusnya Jokowi mengumumkan hal penting tersebut, bukan memerintahkan jurubicara atau pembantu lainnya.

“Sebagai tokoh yang lahir dan besar dalam tradisi sopan santun yang kuat, saya yakin Presiden Jokowi akan merasa kurang menghargai NU dan Muhammadiyah jika memerintahkan jurubicara atau pembantu lainnya untuk mengumumkan respon dan keputusannya kepada masyarakat luas,” ucap Luqman Hakim.

Karena itu, ia meminta semua pihak agar menunggu pengumuman langsung yang disampaikan orang nomor satu di Indonesai itu berkenaan dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

“Karena itu, mari kita tunggu Presiden Jokowi mengumumkan sendiri respon dan keputusannya atas desakan penundaan pilkada itu,” tandasnya.(rmol/pojoksatu/fajar)

sumber: www.fajar.com