Pentolan Guru Honorer: Alhamdulillah, Saya Senang Sekali

Kamis, 24 September 2020 - 08:57:23 - Dibaca: 453 kali

Google Plus Stumbleupon


Ilustrasi. Aksi guru honorer memperjuangkan nasibnya-- jawa pos
Ilustrasi. Aksi guru honorer memperjuangkan nasibnya-- jawa pos / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Raden Mas Sutopo Yuwono, guru honorer non-Kategori 2 mengaku sangat gembira. Bulan ini dia mendapatkan dana Rp 1,2 juta yang merupakan subsidi gaji dari pemerintah.

Tidak hanya dia yang dapat subsidi gaji pekerja, teman-temannya sesama guru non K2 juga dapat. Sayangnya, istrinya yang juga guru non K2 tidak dapat.

“Alhamdulillah, saya senang sekali dapat subsidi gaji. Uang Rp 1,2 juta ini sangat berarti bagi kami apa lagi di masa pandemi COVID-19 yang semuanya serba sulit,” kata Topo, sapaan akrab Raden Mas Sutopo Yuwono, kepada JPNN.com, Kamis (24/9).



Dia menceritakan, sejak 2017 ikut BPJS Ketenagakerjaan. Hampir saja dia tidak mendapatkan subsidi itu karena menunggak beberapa bulan.”Jadi saya lupa bayar, tetapi BPJS Ketenagakerjaan memberikan toleransi membayar setelah saya pulang dari Jakarta pada Agustus kemarin. Setelah membayar, Alhamdulillah 15 September subsidi gajinya masuk ke rekening kami,” terangnya.



Dia pun mengucapkan terima kasih kepada Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril yang sudah mendukung perjuangan mereka.”Semoga ini akan menjadi sejarah yang akan kami selalu kenang dalam hidup kami. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kami kepada Mendikbud dan Presiden Joko Widodo,” ucapnya.

Ketua umum Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) DPP Forum Honorer Non-Kategori 2 ini menambahkan, tidak semua anggotanya mendapat subsidi gaji dari pemerintah.

Banyak guru honorer K2, non-K2 maupun tenaga kependidikan tidak dapat subsidi gaji pekerja karena belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

“Yang enggak dapat itu karena belum terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Ini kami sedang berjuang agar Pemda mendaftarkan seluruh guru honorer dan tenaga kependidikan masuk BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tersisa ini masih bisa menikmati subsidi gaji karena guru honorer dan tenaga kependidikan sangat terdampak COVID-19,” tandas guru honorer di SDN Sendangsari Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (jpnn/fajar)

Sumber: www.jpnn.com