UNJA Launching PHP2D

Kamis, 24 September 2020 - 18:42:14 - Dibaca: 321 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Kampus Universitas Jambi (UNJA) melaksanakan kegiatan Louncing Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) tahun 2020, pada kamis (24/9) mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Rektorat UNJA, tepatnya di Lantai 3 yang dihadiri oleh Wakil Rektor III, Dr Ir. Teja Kaswari M. Sc.

Teja Kaswari dalam sambutannya mengatakan, kegiatan PHP2D adalah kegiatan dari Kementrian Direktorat Belmawa. Kegiatan ini sifatnya nasional, setiap tahun dilakukan, dan tahun ini UNJA mengirimkan 27 proposal untuk kegiatan PHP2D, sedangkan yang lolos ada 2 proposal. "Melalui PHP2D kita melakukan pembinaan terhadap persoalan-persoalan yang ada di desa, melakukan identifikasi kemudian melakukan solusi-solusi. Jadi banyak sekali kegiatan-kegiatan di desa itu yang bisa diadopsi oleh mahasiswa dan kemudian dikembangkan," katanya.

Menariknya adalah bahwa kegiatan dari PHP2D ini ada ekuivalensinya, sehingga bisa disetarakan dengan mata kuliah 10 SKS. Dan untuk PHP2D ini, UNJA mengeluarkan dana sebesar Rp 30 juta per kegiatan yang bersumber dari dan BNPP. "kita diapresiasi oleh kementrian, karena seluruh Indonesia itu hanya mengandalkan uang kementrian saja, tapi ini tidak. Uang kita dianggarkan untuk kegiatan PHP2D oleh karena itu kita sangat diapresiasi," tambahnya.

Teja juga menyebutkan bahwa pada dasarnya untuk kendala melaksanakan kegiatan PHP2D yaitu karena adanya pendemi Covid -19 saat ini, sehingga peserta PHP2D harus mengidentifikasi dulu persoalan-persoalan yang ada di desa sebelum terjun ke lapangan. UNJA cukup beruntung, karena mahasiswa yang mengikuti PHP2D berasal dari desa, sehingga tidak perlu lagi mencari desa lain, sehingga tak sulit untuk melakukan PHP2D ini. "Kita sudah melaunching kegiatan ini. Selama kegiatan nantinya, di lapangan mahasiswa yang melaksanakan PHP2D akan didampingi oleh dosen pembimbingnya, kemudian selama 4 bulan itu konsultasi dengan dosen pembimbingnya bisa lewat media atau whatsapp dan dalam kegiatan itu mereka juga harus mempublikasikannya ke media sosial seperti facebook dan instagramnya," turunnya. (kar)