Di Kerinci dan Sungai Penuh, Hari Pariwisata Internasional Tanpa Wisatawan

Selasa, 29 September 2020 - 19:50:53 - Dibaca: 622 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

KERINCI - Tak banyak harapan bagi pemandu wisata ditengah pandemi yang belum jelas kapan akan berakhir. Antara ekonomi dan pandemi, sejak Tujuh bulan yang lalu, membuat para pemandu survive mungkin ini satu-satunya yang dapat dibanggakan pada saat ini yakni “ mampu bertahan hidup”.

Diluar sana, ada Ribuan orang yang sudah meninggal, baik akibat pandemi maupun ekonomi.

Rangga, Kerinci Expedition, mengatakan bahwa menurutnya jika melihat pariwisata di Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang mulai sedikit berkembang pada tahun lalu, saat dihantam pandemi tahun ini pariwisata di Kerinci dan Kota Sungai Penuh benar-benar terjun bebas.

Beberapa destinasi wisata memang telah kembali dibuka, namun bukan destinasi populer tujuan wisatawan untuk datang ke Kerinci. "Destinasi populer seperti Gunung Kerinci dan Danau Gunung 7 hingga saat ini masih dilakukan penutupan," ujarnya.

Sementara di Kota Sungai Penuh sambung Rangga, tak banyak destinasi wisata menarik yang populer, hanya ada Bukit Khayangan yang masuk sebagai destinasi populer wisatawan. Memang ada beberapa potensi destinasi lainya di Kota Sungai Penuh seperti Gunung Raya yang perlu dikembangkan.

"Sementara setiap bulan saya selalu ditanyakan oleh wisatawan “kapan Gunung Kerinci akan dibuka kembali?”
Sudah ada 8 kelompok wisatawan yang ingin mengunakan jasa saya sebagai pemandu, untuk berwisata ke Gunung Kerinci," bebernya.

Di Hari Pariwisata tanpa wisatawan, para pemandu wisata, tetap akan optimis bahwa pandemi ini akan berakhir dan pariwisata akan bangkit kembali.

Sementara menunggu pandemi ini berakhir mari bersama-sama dengan Dinas Pariwisata Kota dan Kabupaten kita pikirkan untuk pengembangan destinasi yag sudah ada dan mengali potensi destinasi wisata baru agar setelah pandemi ini selesai wisatawan dapat menemukan tujuan destinasi wisata yang baru.

Selain itu beberapa hal yang belum terselesaikan di kalangan pemandu wisata di Kerinci, mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk duduk bersama melakukan evaluasi dan menyelesaikannya seperti, menyamakan harga paket wisata dan hal hal lainya.

"Melalui APGI Jambi dan HPI Kerinci semoga dapat memediasi para pamandu yang ada di Kerinci hingga menghasilkan kesepakatan bersama dan kemajuan bersama untuk kedepannya. Hari Wisata Tanpa Wisatawan semoga dapat menghasilkan kemajuan untuk Pariwisata Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang semakin baik," tutupnya.(adi)