Video Mesra Nora – JRX Sampai ke Kejagung

Kamis, 01 Oktober 2020 - 08:27:47 - Dibaca: 748 kali

Google Plus Stumbleupon


Screenshot kemesraan JRX dan Nora di mobil tahanan Kejaksaan di Polda Bali, Selasa (29/9) lalu. (dok.radarbali)
FAJAR.CO.ID,BALI
Screenshot kemesraan JRX dan Nora di mobil tahanan Kejaksaan di Polda Bali, Selasa (29/9) lalu. (dok.radarbali) FAJAR.CO.ID,BALI / Jambi Ekspres Online

DENPASAR — Aksi berpelukan dan baku cium yang dilakukan Nora Alexandra dan suaminya terdakwa I Gede Aryastina, 43, alias JRX SID di dalam mobil tahanan Kejari Denpasar usai sidang Selasa (29/9) lalu berbuntut panjang.

Dalam video berdurasi 44 detik itu, JRX SID dan Nora tampak bahagia bisa melepas kangen. JRX yang mengenakan rompi tahanan oranye tertawa lepas karena bisa bertemu dengan istrinya dengan tangan tanpa borgol.

JRX terang-terangan mengaku kangen dengan istrinya. “Ini di mobil tahanan,” kata Nora. “Sudah tidak diborgol lagi,” cetus JRX.


“Sudah tidak diborgol lagi…” sahut Nora girang. “Terima kasih, Pak Jaksa,” imbuh Nora. Hal itu kemudian ditanggapi JRX dengan kalimat puitis.

“Cinta yang bisa mengalahkan borgol tersebut,” ucap JRX lantas mencium istrinya. “Ada Pak Jaksa,” tukas Nora.

Tak butuh waktu lama, rekaman video yang diunggah di akun Instagram Nora itu langsung viral, meski belakangan sudah dihapus oleh Nora. Kabarnya, video tersebut sampai hingga ke Kejagung di Jakarta.

Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta yang ikut persidangan di Mapolda Bali mengaku dalam posisi dilema saat membiarkan Nora masuk ke dalam mobil tahanan.

Hal yang menjadi pertimbangan pihaknya mengizinkan Nora masuk ke mobil tahanan untuk menghindari terjadi kerumunan di depan Ditreskrimsus Polda Bali.

Sesuai protokol kesehatan, pada saat itu ada kerabat, keluarga dan wartawan mengerumuni JRX seusai menjalani sidang dengan agenda eksepsi.

Selain itu karena pertimbangan hati Nurani. Sebab, di saat bersamaan Nora dan keluarga memohon belas kasih untuk ketemu JRX barang sejenak.

“Biar cepat selesai, penyelamatan gitu, karena yang ini (Nora) membuntuti terus, keluarganya pingin (ketemu). Kalau ada lagi waktu bertemu kita lebih lama. Pokoknya yang penting (mencari) teraman biar sama-sama enak,” jelas Eka.

Secara pribadi, Eka sudah siap memberi penjelasan kepada pimpinan di Kejati Bali terkait keputusan yang diambilnya saat di lapangan. Pihaknya di lapangan dihadapkan pada situasi dilematis.

“Keringat sudah banyak. Tahu kan, JRX itu sidang saja susah. Kayak frontal. Memang kami dihadapkan pada situasi sulit,” tukasnya.

(rb/san/mus/JPR)

Sumber: www.fajar.co.id