Hadiah Lomba Kreatifitas Siswa Diserahkan

Jumat, 16 Oktober 2020 - 13:44:12 - Dibaca: 268 kali

Google Plus Stumbleupon


Jambi Ekspres Online / Jambi Ekspres Online

JAMBI - Museum Perjuangan Rakyat Jambi (MPRJ) sukses melaksanakan kegiatan Lomba Kreatifitas Siswa yang berlangsung dari tanggal 5 Agustus sampai dengan 25 Agustus 2020. Dimana Lomba Kreatifitas Siswa ini dilangsungkan secara online, yang diikuti oleh lebih dari 400 siswa se-Provinsi Jambi. Dan Senin (5/10), MPRJ menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang berlangsung di Aula MPRJ.

Hadiah Lomba Kreatifitas Siswa ini diserahkan langsung oleh Kepala Museum Siginjei, Dra. Nurlaini, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, yaitu berperilaku memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan sebelum sesuai acara. Lomba ini dibagi dalam lima kategori lomba yaitu Melukis Layang-layang tingkat SD, Melukis Talenan tingkat SD, Lomba Bercerita tingkat SD, Lomba Drama Musikalisasi tingkat SLTA, dan Lomba Musikalisasi Puisi tingkat SLTP.

Kepala Museum Siginjei, Dra. Nurlaini mengatakan, kegiatan Lomba Kreatifitas Siswa ini dimaksudkan untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap museum walaupun dimasa pandemi saat ini. Karena di museum tersimpan banyak sejarah tentang Jambi, yang bisa digali oleh siswa sebagai penerus bangsa. "Melalui kegiatan ini siswa dapat mengenang jasa para pahlawan daerah Jambi yang telah memperjuangkan kemerdekaan untuk Jambi khususnya. Semoga jasa pahlawan dapat dapat selalu dikenang," sebutnya.

Nurlaini menambahkan, kegiatan Lomba Kreatifitas Siswa ini pada dasarnya rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dengan mengusung tema yang berbeda-beda. Oleh karena itu, bagi siswa yang belum beruntung memenangkan lomba tahun ini masih bisa mencobanya tahun depan, namun dengan tema yang berbeda dari tahun ini.

Melalui Lomba Kreatifitas Siswa ini yang dilangsungkan dalam masa pandemi Covid-19, MPRJ ingin mengasah kreatifitas siswa melalui kegiatan seni dengan tema perjuangan dan meningkatkan kecintaan siswa pada sejarah bangsa khususnya sejarah daerah Jambi. "Jadi walaupun siswa saat ini sedang belajar dari rumah, namun kecintaan terhadap museum tetap tumbuh," imbuh Nurlaini. (kar)