Masalah Mutasi Kompol NZ Dicampuri hingga Pertanyaan Genit Wanita A

Sabtu, 17 Oktober 2020 - 19:33:40 - Dibaca: 15868 kali

Google Plus Stumbleupon


Ilustrasi oknum polisi
Ilustrasi oknum polisi / Jambi Ekspres Online

TAKALAR – Mutasi Kompol NZ dari jabatannya sebagai Wakapolres Takalar akibat ulah perempuan berinisial A, membuat dia dipindahkan ke Pamen Yanma Polda Sulsel.

Penuturan Kompol NZ, awalnya perbincangan dirinya dengan A di ruang kerjanya saat itu hanya seputar persyaratan SIM, yang ditanyakan oleh si A ini pada 2 Oktober 2020 lalu.

Perbicangan antara Kompol NZ dengan A mulai melebar hingga masuk ke urusan pribadi perwira satu melati ini.

Dalam sebuah rekaman suara Kompol NZ yang menjelaskan masalah sebenarnya yang ia alami, awalnya A memuji ketampanan, jabatan Kompol NZ.

“Ceritanya tentang membanggakan saya, bahwa saya jadi Wakapolres di kampung sendiri. Jadi saya jawab, harus saya syukuri. Karena rezki tak ada yang tau,” kata Kompol NZ.

 


Setelah itu, Kompol NZ kembali dilontarkan pertanyaan oleh A soal pengalamannya selama bertugas di SPN Batua, yang berada di Kota Makassar.

Dari situ, Kompol NZ mulai heran curiga dengan sejumlah pertanyaan A yang dianggap kurang pantas.

“Sebelum di Polres Takalar, bapak pernah juga di SPN ya? Berapa lama?,” kata Kompol NZ yang meniru perkataan A saat itu.

“Di SPN kurang lebih 3 tahun (bertugas),” jawab Kompol NZ.

Lalu perempuan A mulai melontarkan pertanyaan genit, kepada perwira satu melati ini, dan mulai masuk ke urusan yang dianggap sangat privasi.

“Pasti banyak cewek ta toh di Makassar. Karena kita orang gagah. Saya saja gagah ki kulihat,” kata Kompol NZ, yang lagi-lagi menirukan perkataan A.

Suasana pun seakan-akan mulai memanas antara keduanya di ruang kerjanya saat itu. Hingga A pun berdiri dari tempat duduknya, lalu memeluk dan memegang alat kelamin Kompol NZ.

Kompol NZ merasa risih hingga menepis tangan nakal A dari kelaminnya itu. Bahkan A sempat disuruh pulang oleh Kompol NZ. Namun tidak didengar.

Justru A masuk ke sebuah toilet yang berada di dalam ruang kerja Kompol NZ. Kompol NZ pun menghampiri dan lagi-lagi menyuruh A untuk pulang.

“Kenapa awalnya (perempuan A) hanya mau urus SIM, kenapa jadinya begini (perbuatan asusila),” kata Kompol NZ kepada koleganya.

Bahkan A mengajak Kompol NZ bertemu di Kota Makassar. Namun ditolak. Berselang beberapa hari, Kompol NZ mendengar kabar jika dia dilaporkan ke Propam Polda Sulsel soal dugaan pelecehan seksual terhadap A.

Kompol NZ pun diperiksa hingga akhirnya dimutasi ke Pamen Yanma Polda Sulsel, sesuai Telegram nomor STR/740/X/KEP./2020, per tanggal 12 Oktober 2020.

“Dari Wakapolres sendiri sampaikan, sebenarnya dia yang menjadi korban. Namun dia yang dilakukan dilaporkan. Karena dia yang ditelepon dan didatangi (oleh A),” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Belum diketahui jenis pelecehan apa yang diduga dilakukan oleh Kompol NZ, terhadap perempuan berinisial A hingga dia dilapor ke Polda Sulsel belum lama ini.

Sementara itu, perempuan berinisial A ini juga telah diperiksa di Polda Sulsel. Namun Kombes Ibrahim enggan membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.

“Iya (sudah diperiksa),” katanya melalui pesan singkat.

Lagi-lagi, Kombes Ibrahim tidak bisa menyebut jika A diduga telah dilecehkan dan sempat mengajak Kompol NZ untuk janjian bertemu di Kota Makassar.

“Kita tidak bisa menjelaskan detail hasil riksanya,” pungkasnya. (Ishak/fajar)

Sumber: www.fajar.co.id