Mahasiswa Ultimatum Jokowi, Denny Siregar: Dek, Gini Deh…Kalian Itu Siapa? Lurusin Dulu Kencing…

Rabu, 21 Oktober 2020 - 05:58:50 - Dibaca: 562 kali

Google Plus Stumbleupon


Demo BEM SI menolak Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (20/10/2020). Foto: Mufit/PojokSatu.id
Demo BEM SI menolak Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (20/10/2020). Foto: Mufit/PojokSatu.id / Jambi Ekspres Online

JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar menanggapi aksi mahasiswa yang kembali turun ke jalan menolak Omnibus Law Cipta Kerja, Selasa (20/10).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) melontarkan ultimatum kepada Jokowi.

Pria yang mendapat julukan Presiden Cebong itu lantas mempertanyakan ultimatum mahasiswa itu.


Komentarnya itu sebagaimana ditulisakan melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (20/10/2020).

“Dek, gini deh dek… mmm gimana mulainya ya..,” cuitnya dikutip PojokSatu.id.

“Oke gini deh, “KALIAN ITU SAPAAAAA ?? LURUSIN DULU KENCING..” ujarnya.

Sebelumnya, dalam aksinya, BEM-SI mendesak Presiden Jokowi menerbitkan Perppu untuk membatalkan Omninibus Law Cipta Kerja.

Bahkan, mahasiswa melontarkan ultimatum kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

“Apabila tidak bisa melakukan hal tersebut dalam 8×24 jam, kami memastikan gerakan besar mahasiswa menciptakan kegentingan nasional tepat pada Hari Sumpah Pemuda,” kata seorang koordinator aksi BEM SI dalam unjuk rasa itu.

BEM SI juga mengingatkan pemerintah fokus menangani pandemi Covid-19.

Pasalnya, penanganan pandemi masih buruk dengan pertambahan kasus Covid-19 yang terus tinggi.

Namun, pemerintah justru menggelar rentetan atraksi politik.


Bersama dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah justru menyetujui RUU Ciptaker dalam rapat paripurna pada 5 Oktober lalu.

BEM SI dalam aksi tersebut juga mengkritisi Presiden Jokowi yang menyebut aksi-aksi mahasiswa dan buruh menolak Omnibus Law Cipta Kerja akibat terkena hoaks.

BEM SI menegaskan bahwa aksi-aksi tersebut didasari keresahan publik atas aturan yang tidak berpihak ke rakyat.

“Aksi itu dibalas Presiden Joko Widodo dengan menyatakan yang disuarakan masyarakat tentang Undang-undang Cipta Kerja disebabkan kebohongan belaka,” pungkas dia.

(ruh/pojoksatu)

Sumber: www.pojoksatu.id