Kabar Buruk Lagi dari Malaysia, COVID-19 Makin Menggila

Rabu, 21 Oktober 2020 - 06:16:21 - Dibaca: 20888 kali

Google Plus Stumbleupon


Pemadam kebakaran menggunakan alat pelindung diri melakukan pemanasan sebelum operasi disinfeksi, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/10/2020). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/HP/djo
Pemadam kebakaran menggunakan alat pelindung diri melakukan pemanasan sebelum operasi disinfeksi, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (17/10/2020). Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Lim Huey Teng/HP/djo / Jambi Ekspres Online

F16A11B6-E9B5-4315-AD01-77EAA67109BE

PUTRAJAYA - Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) menyampaikan bahwa hingga 20 Oktober 2020 pukul 12:00 tengah hari ada 862 kasus COVID-19 harian baru telah dilaporkan dan tiga kematian.

"Ini menjadikan jumlah kasus positif COVID-19 di Malaysia adalah sebanyak 22.225 kasus dengan kasus aktif COVID-19 adalah 7.681 kasus," kata Dirjen Kesehatan KKM, Tan Sri Dr Noor Hisham Abdullah di Putrajaya, Selasa (20/10).

Negera Bagian Sabah masih mencatatkan jumlah kasus tertinggi yaitu 673 kasus (78.1 persen).

"Lebih banyak ujian laboratorium RT-PCR telah dapat dijalankan di Sabah serta diantar ke Semenanjung Malaysia," katanya.

Secara keseluruhan sebanyak 235 kasus (27.3 persen) pada hari ini adalah dari klaster Penjara Kepayan dan klaster Tembok.

"Kasus-kasus ini sebenarnya berada di dalam penjara dan tidak menjangkiti masyarakat."

Karena kepadatan penduduk dan kadar pergerakan penduduk yang tinggi, Selangor terus mencatatkan pertambahan kasus dan klaster baru setiap hari.

"Pada hari ini Selangor mencatatkan pertambahan sebanyak 132 kasus dan daripada jumlah itu, 84 kasus adalah daripada klaster-klaster yang ada termasuk delapan kasus dari klaster-klaster yang berkaitan dengan sejarah perjalanan pulang dari Sabah," katanya.

Hisham mengatakan dari 862 kasus baru yang dilaporkan terdapat dua kasus impor yang telah mendapat penularan dari luar negara yang melibatkan satu warganegara dan satu bukan warganegara yaitu Mesir (satu kasus di Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur) dan Indonesia (satu kasus di Sarawak)

Dari 860 kasus penularan di dalam negara, empat kasus merupakan pengunjung yang pulang dari Sabah, yang menjadikan jumlah kasus dilaporkan mempunyai sejarah perjalanan ke Sabah sejak 20 September 2020 adalah sebanyak 452 kasus. (ant/dil/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com